Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Neutralizing Acid Mine Drainage (AMD) and Reducing Iron (Fe) and Copper (Cu) Content Using Biomass Adsorbents Hendriono, Hendriono; Cahyadi, Tedy Agung; Ernawati, Rika
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2025.v5i2.6816

Abstract

Mining is an activity that always has an impact on the environment. The adverse effects that cannot be separated from the mining process are mined acid water, where the process of mining acid water occurs due to contact between sulfide rocks and air or water; environmental pollution by mined acid water must be overcome immediately, in the prevention of ecological damage by mine acid water, Various methods are carried out to reduce the impact of mine acid water pollution, one example of a technique that is often used is with limestone channels, where the gaps are filled with limestone fragments to neutralize mine acid water, The method used in this study is an experimental design with an adsorption process. The data collection method in the study uses literature studies, field observations, research preparations, rice husk preparation, coconut coir, and fine coal, Acid Water samples are taken and brought for the testing process. The test results using a pH meter at the Yogyakarta Center for Environmental Health and Disease Control Engineering (BBTKLPP) showed that the pH of AAT was 3.8. Based on the results of the AAS test at BBTKLPP Yogyakarta, the AAT sample contained Fe metal of 130.56 mg/L and Cu of 2.96 mg/L. The highest adsorption effectiveness was in a 3x24 hour adsorbent experiment with a period of 50 grams with a time of pH 45.71%, Fe 98.90%, and Cu 98.71%.
Pengaruh Kemiringan Deck terhadap Optimalisasi Produktivitas Shaking Table untuk Pemisahan Pasir Besi Daerah Pantai Talao Pariaman, Sumatera Barat Rizal Arif Hidayattullah; Nofrohu Retongga; Annisa Intan Yustisia; Rusnoviandi; Hendriono; Hedsing Cressendo
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/cwahz587

Abstract

Di wilayah Sumatera Barat terdapat adanya potensi pasir besi, salah satunya yaitu  berada di daerah Pantai Talao Kota Pariaman. Tidak optimalnya pengolahan bahan galian pasir besi tersebut khususnya di daerah Pariaman dan kurangnya pengetahuan masyarakat sekitar terhadap pengolahan bahan galian khususnya pasir besi merupakan masalah yang penulis temukan pada penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari kemiringan deck pada Shaking Table terhadap hasil pemilihan pasir besi serta untuk  menghasilkan kadar pasir besi yang maksimal. Tahap pertama yang dilakukan yaitu pengambilan sampel pasir besi dengan berat per sampel yaitu 1000gram dengan kemiringan 0° hingga mencapai kemiringan maksimal yaitu kemiringan 6°. Hasil menunjukkan korelasi sangat kuat antara kemiringan dan hasil perolehan (0,892021583), serta produktivitas (0.603004), dan nilai recovery (0,00011969). Disimpulkan bahwa semakin tinggi kemiringan deck maka hasil perolehan dan nilai produktivitas juga akan meningkat. Sebaliknya, jika seiring dengan meningkatnya kemiringan pada deck hasil nilai recovery akan semakin menurun.
Kajian Teknis Sistem Mine Dewatering di Lubang THC-06 Tambang Batubara Bawah Tanah CV. XYZ Ferdinan Akbar; Nofrohu Retongga; Dian Hadiyansyah; Jevie Carter Eka Putra; Suci Fitria Rahmadhani Z; Hendriono; Suhernomo
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/qa6z1k55

Abstract

Sistem mine dewatering merupakan bagian krusial dalam mendukung kelancaran operasi tambang bawah tanah, khususnya dalam menangani permasalahan air yang menggenangi daerah kerja. Penelitian ini dilakukan di lubang THC-06 milik CV. Tahiti Coal yang berlokasi di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Permasalahan utama yang ditemukan adalah adanya genangan air setinggi 15–35 cm di area penambangan, yang disebabkan oleh tidak optimalnya sistem pemompaan serta belum dilakukannya pengukuran debit air tanah dan limpasan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit air tanah dan limpasan, menentukan kebutuhan pompa, serta merancang dimensi sump yang ideal untuk mendukung sistem penyaliran tambang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui observasi lapangan, pengukuran debit air, serta data curah hujan selama 10 tahun terakhir. Pengolahan data melibatkan metode rasional untuk menghitung debit limpasan, metode gumbel untuk curah hujan rencana, dan analisis kebutuhan pompa berdasarkan perhitungan head total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit limpasan yang masuk sebesar 0,1099 m3/detik dan debit air tanah mencapai 0,0016 m3/detik. Jumlah pompa ideal yang dibutuhkan adalah 1unit pompa San Ei 6SES3P60-3 dengan kapasitas 0,01167 m³/s. Dimensi sump yang optimal untuk menampung total debit air yang masuk adalah 18 m × 2,5 m × 2 m. Dengan sistem mine dewatering yang dirancang secara teknis dan akurat, gangguan operasional tambang dapat diminimalkan secara signifikan.