Karera Aryatika
Prodi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kapasitas Antioxidant Minuman Sumber Vitamin C: Antioxidant Capacity Analysis of Vitamin C Source Drink Fahrul Rozi; Chaidir Masyhuri Majiding; Muhammad Nuzul Azhim Ash Siddiq; Karera Aryatika; Ika Wirya Wirawanti; Anitatia Ratna Megasari
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/137pk375

Abstract

Latar Belakang: Antioksidan adalah suatu reduktan yang dapat memberikan elektron untuk menghambat reaksi oksidasi dengan cara mengikat radikal bebas yang sangat reaktif. Melalui kemampuannya ini, antioksidan dapat mencegah berbagai kondisi patologis pada manusia seperti beberapa penyakit tidak menular, antara lain penyakit jantung, kanker, diabetes melitus, hipertensi, dan sebagainya. Oleh karena itu, penelitian ini dirancang untuk mengetahui proses analisis kandungan antioksidan dari sampel yang merupakan sumber antioksidan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan pada bahan pangan yang merupakan sumber antioksidan  serta mengetahui metode yang digunakan untuk menganalisis aktivitas antioksidan dari bahan pangan tersebut. Metode: Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Desember 2021 di Laboratorium Biokimia, Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi minuman kesehatan sebagai sumber vitamin C (You C 1000 Lemon Water; mengandung 1000 mg vitamin C), larutan standar asam askorbat (1 mg/mL), DPPH, metanol, dan air suling. Alat yang digunakan antara lain labu ukur, mikropipet, pipet Mohr dan bola hisap, gelas ukur, vortex mixer, spektrofotometer, kuvet, tisu, dan lemari tertutup. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan adalah metode DPPH. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengukuran standar pada konsentrasi 0,5–10 mg/dL menghasilkan nilai absorbansi yang ideal (0,289–0,701). Semakin tinggi konsentrasi pada standar, maka nilai absorbansi menurun, yang menunjukkan semakin banyak elektron yang didonorkan oleh asam askorbat untuk menstabilkan radikal bebas DPPH. Kesimpulan: Persentase inhibisi tertinggi ditemukan pada konsentrasi 0,833 mg/dL yaitu sebesar 84,88%. Rata-rata persen inhibisi pada sampel adalah sebesar 83,41%.
Hubungan antara Kejadian Green Tobacco Sickness, Tingkat Asupan dan Status Gizi pada Anak Petani Tembakau di Wilayah Perkebunan Tembakau, Puger, Jember: The Relationship between the Incidence of Green Tobacco Sickness, Nutritional Intake and Malnutrition in Children of Tobacco Farmers in the Tobacco Plantation Area, Puger, Jember Karera Aryatika; Ika Wirya Wirawanti; Muhammad Nuzul Azhim Ash Siddiq; Fahrul Rozi; Chaidir Masyhuri Majiding; Anitatia Ratna Megasari
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bv3srg34

Abstract

Latar Belakang: Anak-anak yang bekerja di lingkungan perkebunan tembakau memiliki risiko tinggi terkena Green Tobacco Sickness (GTS), yaitu keracunan nikotin akibat kontak langsung dengan daun tembakau. GTS diketahui dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan penurunan nafsu makan, yang berdampak pada penurunan asupan gizi dan status gizi anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian GTS, tingkat asupan zat gizi makro, dan status gizi anak petani tembakau di wilayah Puger, Kabupaten Jember. Metode:. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan pada bulan September 2021 dengan melibatkan 38 anak usia 9–11 tahun dari MI Darussalam Puger II. Data dikumpulkan melalui kuesioner gejala GTS, food recall 1x24 jam untuk mengukur asupan protein, lemak, dan karbohidrat, serta pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi berdasarkan IMT/U. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 65,79% responden mengalami GTS, dan mayoritas memiliki asupan protein serta karbohidrat yang kurang. Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian GTS dan status gizi (p = 0,048), serta antara asupan protein (p = 0,032) dan karbohidrat (p = 0,036) dengan status gizi. Anak yang mengalami GTS cenderung memiliki status gizi kurang. Kesimpulan: GTS berkontribusi terhadap penurunan nafsu makan dan asupan makanan, yang berdampak pada gizi kurang pada anak. Diperlukan intervensi gizi dan perlindungan kesehatan bagi anak-anak di lingkungan pertanian tembakau.