Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Frekuensi dan Durasi Penyakit Infeksi pada Balita Stunting Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura: Frequency and Duration of Infectious Diseases in Stunted Toddlers Aged 24-59 Months in the Working Area of Kamaipura Health Center Arif Nursin; Adilah Imansari; Lilik Sofiatus Solikhah
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/q5sfte20

Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi masalah prioritas. Kondisi ini bukan hanya disebabkan oleh asupan zat gizi yang kurang, tetapi juga diperburuk oleh penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak. Tujuan: Tujuan untuk melihat hubungan frekuensi dan durasi penyakit infeksi pada balita stunting. Metode: Penelitian desain case-control pada populasi balita usia 24-59 bulan dengan jumlah sampel 92 balita yang dibagi menjadi dua kelompok case dan control. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, pengukuran tinggi badan serta pencatatan riwayat penyakit infeksi dalam enam bulan terakhir menggunakan buku KIA. Hasil: Proporsi balita memiliki frekuensi penyakit infeksi jarang sebesar 75%, serta balita yang memiliki durasi penyakit infeksi tidak lama sebesar 59,8%. Diketahui balita stunting dengan penyakit infeksi jarang sebesar 89,1% dan dengan durasi lama sebesar 58,7% Terdapat hubungan antara frekuensi dan durasi penyakit infeksi dengan kejadian stunting (masing masing p< 0,001). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi dan durasi penyakit infeksi pada balita stunting usia 24-59 bulan. Penyakit infeksi perlu menjadi prioritas dalam upaya penurunan stunting melalui perbaikan sanitasi, serta edukasi kepada ibu balita.