Abdul Kodir
UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ilmu Nahwu Perspektif Filsafat Ilmu: Kajian Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Dzikri Ahmad Fauzi; Rohanda Rohanda; Abdul Kodir
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 9, No 1 (2025): MEI
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v9i1.6870

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji ilmu nahwu dari perspektif filsafat ilmu, dengan fokus pada ontologi, epistemologi, dan aksiologi ilmu nahwu. Metode yang digunakan adalah metode deskripstif dengan teknik pengumpulan datanya dalam bentuk kualitatif dengan menggunakan metode pustaka yang mengacu pada sumber-sumber relevan dari jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, Ilmu Nahwu berfokus pada hakikat aturan tata bahasa Arab yang mendasari pemahaman teks suci. Secara epistemologis, ilmu ini berkembang melalui metode empiris (simā’i) dan logis (qiyas) untuk menyusun kaidah-kaidahnya. Sementara itu, secara aksiologis, Ilmu Nahwu memberikan manfaat besar dalam menjaga otentisitas teks keislaman, mendukung pendidikan bahasa Arab, dan memperkuat tradisi keilmuan Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya khazanah keilmuan tentang Ilmu Nahwu dengan pendekatan filsafat ilmu. Penelitian ini hanya membahas Ilmu Nahwu dari perspektif filsafat ilmu, peneliti lain dapat melanjutkan studi ini dari perspektif yang berbeda. Kata Kunci : Ilmu Nahwu, Ontologi, Epistemologi, Aksiologi, Filsafat Ilmu ABSTRACTThis research aims to examine the science of Nahwu from the perspective of the philosophy of science, focusing on the ontology, epistemology, and axiology of Nahwu. The method used is a descriptive method with data collection techniques in a qualitative form using a literature method that refers to relevant sources from scientific journals. The results show that ontologically, Nahwu focuses on the nature of Arabic grammatical rules that underlie the understanding of sacred texts. Epistemologically, this science develops through empirical (simā'i) and logical (qiyas) methods to formulate its rules. Meanwhile, axiologically, Nahwu provides great benefits in maintaining the authenticity of Islamic texts, supporting Arabic language education, and strengthening the Islamic scholarly tradition. This research contributes to enriching the knowledge treasury of Nahwu with a philosophical approach to science. This research only discusses Nahwu from the perspective of the philosophy of science, other researchers can continue this study from a different perspective.Keywords: Nahwu, Ontology, Epistemology, Axiology, Philosophy of Science
Nuansa Filosofis dalam Tafsir Al-Qur’an Tb Muhammad Zuhal Wardhana; R. Edi Komarudin; Abdul Kodir; Rohanda Rohanda
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2025): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v13i1.305

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penafsiran al-Qur’an dalam nuansa filosofis. Penelitian ini bermaksud untuk menjawab masalah bagaimana peranan filsafat dalam penafsiran al-Qur’an dan apa saja yang mesti diperhatikan dalam penafsiran melalui pendekatan filsafat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi filsafat dalam memberikan perspektif kritis dan metodologis pada ilmu tafsir, serta untuk mengidentifikasi batasan dan syarat yang harus dipenuhi dalam penggunaan pendekatan filsafat agar tetap sesuai dengan prinsip-prinsip otentik penafsiran al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan filsafat ilmu yang menyoroti hubungan antara filsafat dan penafsiran teks agama. Sumber data yang digunakan meliputi literatur klasik dan modern yang relevan dengan tema filsafat dan tafsir al-Qur’an. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dan menganalisis dokumen, kitab tafsir, dan karya-karya filsafat yang berkontribusi pada pemahaman teks al-Qur’an. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik content analysis, yang menekankan pada penafsiran mendalam terhadap konsep-konsep filsafat dalam tafsir, serta bagaimana konsep tersebut dapat diaplikasikan tanpa mengaburkan makna asli teks al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat memberikan perspektif kritis, metodologis, dan sistematis dalam penafsiran al-Qur’an, terutama dalam memahami konteks historis dan rasionalitas ayat-ayat tertentu. Namun, penerapan filsafat dalam tafsir memerlukan penguasaan yang mendalam terhadap ilmu tafsir, kaidah bahasa Arab, dan prinsip-prinsip syariat agar tidak menyimpang dari makna otentik. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya integrasi antara filsafat dan ilmu tafsir dalam pengembangan metode penafsiran yang lebih kaya, khususnya dalam menghadapi tantangan pemahaman al-Qur’an dalam konteks keilmuan modern. This study examines the interpretation of the Qur'an within a philosophical framework. The research aims to address the role of philosophy in interpreting the Qur'an and the key considerations in employing a philosophical approach to Qur'anic exegesis. The objective of this research is to explore the contribution of philosophy in providing a critical and methodological perspective on Qur'anic interpretation and to identify the limitations and requirements for utilizing a philosophical approach to ensure adherence to the authentic meaning of the Qur'anic text. The method applied in this context research is library research, employing a philosophy of science approach that highlights the relationship between philosophy and the interpretation of religious texts. The data sources include classical and modern literature relevant to the themes of philosophy and Qur'anic exegesis. Data collection techniques involve reviewing and analyzing documents, tafsir works, and philosophical texts contributing to the understanding of the Qur'an. The collected data were analyzed using content analysis techniques, focusing on an in-depth interpretation of philosophical concepts in Qur'anic exegesis and how these concepts can be applied without distorting the original meaning of the Qur'anic text. The study's findings indicate that philosophy provides a critical, methodological, and systematic perspective in interpreting the Qur'an, particularly in understanding the historical context and rationality of certain verses. However, applying philosophy in exegesis requires a deep mastery of tafsir sciences, Arabic linguistic rules, and shari'ah principles to avoid deviations from the authentic meaning. The implications of this research highlight the importance of integrating philosophy and tafsir sciences in developing richer interpretative methods, especially in addressing the challenges of understanding the Qur'an in the context of modern science.