Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kebijakan TKDN dan IMEI Dalam Sorotan Media: Studi Framing dan Persepsi Milenial Terhadap iPhone 16 Lilis Ernawati; Tina Kartika; Nanda Utaridah; Purwanto Putra; Ibrahim Besar
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jika.v12i2.11469

Abstract

Kebijakan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan penerapan IMEI (International Mobile Equipment Identity) oleh pemerintah terhadap peredaran smartphone melalui Kementerian Perindustrian dan Kementerian Komunikasi dan Informasi menimbulkan perhatian publik. Isu pelarangan peredaran iPhone 16 karena belum memiliki nilai minimal TKDN yang dipersyaratkan, memicu polemik dan praktik pembelian secara ilegal. Penelitian ini bertujuan menganalisis framing pemberitaan Kompas.com terkait kebijakan tersebut dengan menggunakan analisis Robert Entman. Selain itu penelitian ini juga berusaha untuk menggali tanggapan generasi milenial pengguna iPhone 16 terhadap penerapan larangan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat memahami tujuan kebijakan yang ditetapkan, namun muncul harapan agar regulasi dapat mempertimbangkan kebutuhan dan akses terhadap produk teknologi berkualitas. Selanjutnya Framing media yang menonjolkan sisi pembatasan tanpa penjelasan solutif menimbulkan resistensi dan persepsi negatif, khususnya di kalangan milenial. Berdasarkan hasil penelitian, Kebijakan yang diterapkan tanpa disertai komunikasi publik yang efektif serta solusi teknis yang ramah konsumen, menyebabkan penerapan kebijakan TKDN dan IMEI cenderung dipersepsikan membatasi hak konsumen. Oleh karena itu, pemerintah perlu menerapkan strategi komunikasi kebijakan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta ekspektasi masyarakat digital
Representasi Perempuan dalam Game Simulasi Kencan Picka: 30 Days to Love 2 Virginia Swastika; Abdul Firman Ashaf; Purwanto Putra
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 9 No 2 (2025): APRIL-JUNE 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v9i2.3451

Abstract

Women in games are often portrayed with negative narratives. They are often cast as objects of lust through their physical appearance, and are taken for granted. However, dating simulation games provide a different perspective on women. This research aims to unravel how women are represented in dating simulation games, specifically in the game 30 Days to Love 2 which carries the concept of dating reality show. To analyze the phenomenon, this research uses Roland Barthes semiotics which reveals meaning through denotation and connotation signs. The results show that women in dating simulation games have been viewed more positively. However, female attributes such as appearance are still attached to gender stereotypes that emphasize beauty standards.