Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literasi Pencegahan Sakit: Menjadi Lansia yang Bahagia dan Sehat di Panti Jompo Tresna Werdha Natar Lampung Selatan Tina Kartika; Nanda Utaridah; Andi Windah; Zaimasuri Zaimasuri
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/jpdw.v3i2.297

Abstract

Banyaknya tanaman herbal di lingkungan sekitar lokasi pengabdian di Panti Jompo Tresna Werdha Natar, dan  biaya yang tidak mahal. Maka perlu pemahaman melalui literasi yang terpercaya  untuk penggunaan tanaman herbal dari kementrian kesehatan republik  Indonesia anjuran dari kementrian kesehatan republik Indonesia. Tujuan  kegiatan pengabdian ini adalah 1. Mensosialisasikan  dan menelusuri  literasi pencegahan sakit, malalui   ramuan obat tradisonal yang terpercaya, dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Mensosialisasi   cara hidup bahagia dan sehat  di usia senja.  Metode pelaksanaan  pengabdian kepada masyarakat  adalah: pesiapan, pelaksanaan dan evaluasi.  Persiapan diawali diskusi  materi materi yang akan disampaikan, surat tugas, Pembahasan materi oleh tim pelaksana serta penyepakatan rencana kegiatan di lokasi bersama peserta. Pelaksanaan pada  selasa tanggal 17 Mei 2022 dengan metode ceramah, tanya jawab, dan evaluasi. Evaluasi dengan memberikan pertanyaan yang telah dirancang sebelumnya. Pertanyaan dengan pre test dan post test, untuk mengetahui pemahaman  dalam kegiatan pengabdian ini.  Hasil pengabdian adalah peningkatkan  pemahaman literasi pencegahan sakit, malalui   ramuan obat tradisonal yang terpercaya, dari kemenntrian kesehatan Republik Indonesia dan meningkatkan pemahaman cara hidup bahagia dan sehat  di usia senja di Panti jompo Tresna Werdha Natar ini telah memberikan dampak positif bagi peserta pengabdian.
Pelatihan Pedoman Perilaku Dan Standar Program Siaran Bagi Analis Isi Siaran Di KPID Provinsi Lampung Sarwoko Sarwoko; Tina Kartika; Nanda Utaridah; Sugiyanta Sugiyanta; Arnila Purnamayanti; Agung Wibawa
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/jpdw.v4i1.387

Abstract

Lembaga penyiaran televisi memiliki tanggung jawab public dalam menayangkan program siaran. Pengawasan yang dilakukan KPID  Lampung kian menjaditugas berat karena lembaga ini merupakan representative kepentingan public di bidang penyiaran. UU No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran telah memebrikan amanah kepada lembaga KPID untuk secara massif melakukan pengawasan terhadap isi siaran baik televisi dengan mengunakan Sisitem Siaran Berjaringan (SSJ) dan televisi lokal. Salah satu bagian penting dari pengawasan ini adalah para analis pemantau isi siaran. Para analis ini memiliki tugas yang berat yang setiap hari harus melakukan pengawasan isi siaran televise. Tujuan dilaksanakannya kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan para analis pemantau isi siaran televisi di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung. Target khusus yang akan dicapai adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan analis tentang peraturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3&SPS). Metode yang akan digunakan adalah metode ceramah sebesar 30% dan simulasi sebanyak 70%. Sasaran kegiatan ini adalah para analis pemantau isi siaran. Lokasi kegiatan di Kantor KPID Lampung jalan Bougenville No. 6 Rawa Laut Bandar Lampung. Hasil yang diharapkan adalah para analis isi siaran dapat memahami dan mengerti serta mengimplementasikan dalam bentuk tindakan setiap menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh televisi
Kebijakan TKDN dan IMEI Dalam Sorotan Media: Studi Framing dan Persepsi Milenial Terhadap iPhone 16 Lilis Ernawati; Tina Kartika; Nanda Utaridah; Purwanto Putra; Ibrahim Besar
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jika.v12i2.11469

Abstract

Kebijakan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan penerapan IMEI (International Mobile Equipment Identity) oleh pemerintah terhadap peredaran smartphone melalui Kementerian Perindustrian dan Kementerian Komunikasi dan Informasi menimbulkan perhatian publik. Isu pelarangan peredaran iPhone 16 karena belum memiliki nilai minimal TKDN yang dipersyaratkan, memicu polemik dan praktik pembelian secara ilegal. Penelitian ini bertujuan menganalisis framing pemberitaan Kompas.com terkait kebijakan tersebut dengan menggunakan analisis Robert Entman. Selain itu penelitian ini juga berusaha untuk menggali tanggapan generasi milenial pengguna iPhone 16 terhadap penerapan larangan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat memahami tujuan kebijakan yang ditetapkan, namun muncul harapan agar regulasi dapat mempertimbangkan kebutuhan dan akses terhadap produk teknologi berkualitas. Selanjutnya Framing media yang menonjolkan sisi pembatasan tanpa penjelasan solutif menimbulkan resistensi dan persepsi negatif, khususnya di kalangan milenial. Berdasarkan hasil penelitian, Kebijakan yang diterapkan tanpa disertai komunikasi publik yang efektif serta solusi teknis yang ramah konsumen, menyebabkan penerapan kebijakan TKDN dan IMEI cenderung dipersepsikan membatasi hak konsumen. Oleh karena itu, pemerintah perlu menerapkan strategi komunikasi kebijakan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta ekspektasi masyarakat digital