Ritual kaghotino buku merupakan ungkapan rasa syukur keluarga kepada Tuhan yang diyakini ikut mengatur kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan, fungsi, dan makna simbolik dari ritual kaghotino buku di Desa Fongkaniwa Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ritual Kaghotino Buku terdiri atas tahapan persiapan dan pelaksanaan ritual. Ritual ini memiliki beberapa fungsi, yaitu fungsi sosial-psikologi, fungsi personal, fungsi kesehatan, dan fungsi religi.Fungsi sosial-psikologi mencerminkan keyakinan masyarakat sebagai bentuk reaksi positif terhadap asimilasi antara pikiran dan kepercayaan tradisional. Ritual ini berperan sebagai sarana permohonan dukungan spiritual melalui hubungan batin antara anggota masyarakat. Fungsi personal bersifat individual, yang ditujukan untuk kesejahteraan pribadi pelaksana ritual. Fungsi kesehatan tercermin dalam penyajian makanan bergizi seperti daging ayam kampung, telur rebus, nasi, dan pisang, yang menjadi bagian penting dari ritual sebagai media pemenuhan kebutuhan biologis.Fungsi religi menjadi dasar utama pembentukan budaya, termasuk dalam pelaksanaan ritual Kaghotino Buku di Desa Fongkaniwa. Ritual ini berakar pada ajaran Islam dan mencerminkan hubungan spiritual antara manusia dengan Tuhan. Nilai-nilai religi diwujudkan melalui pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam mantra, sebagai bentuk doa, syukur, serta harapan akan kekuatan, kesehatan, dan kelancaran rezeki. Makna simbolik dalam Haroa ritual Kaghotino Buku , berupa nasi, ayam, telur, pisang, dan air minum, dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur serta harapan atas kekuatan fisik untuk keselamatan dan kemudahan dalam memperoleh rezeki.Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai identitas budaya dan spiritual masyarakat Muna