Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Nilai-Nilai Mengaji dalam Menumbuhkan Disiplin dan Tanggung Jawab Anak: Perspektif Bimbingan Konseling Islam Siti Fatimatuz Zahro'; Adkhau Fajar Nurzakiy Firdaus
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v2i2.8595

Abstract

Kegiatan mengaji di musholla merupakan praktik keagamaan nonformal yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran Al-Qur’an, tetapi juga menjadi media efektif dalam pembentukan karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses transformasi nilai disiplin dan tanggung jawab anak melalui kegiatan mengaji dalam perspektif Bimbingan Konseling Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai disiplin terbentuk melalui pembiasaan jadwal mengaji yang teratur, kepatuhan terhadap adab dan aturan musholla, serta ketekunan dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Sementara itu, nilai tanggung jawab tumbuh melalui komitmen menjaga hafalan, merawat perlengkapan mengaji, serta menaati arahan guru dengan penuh hormat. Proses internalisasi nilai tersebut diperkuat melalui keteladanan (uswah hasanah), nasihat yang lembut (mau’izhah hasanah), dan penguatan motivasi spiritual dalam kerangka Bimbingan Konseling Islam. Kekuatan penelitian ini terletak pada fokusnya dalam mengkaji kegiatan mengaji sebagai ruang pembinaan karakter disiplin dan tanggung jawab secara spesifik melalui perspektif Bimbingan Konseling Islam, yang masih jarang dikaji pada konteks musholla sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal.
OPTIMALISASI KESEHATAN MENTAL MAHASISWA MELALUI EDUKASI KONSELING DIGITAL DI ERA SOCIETY 5.0 Bety Lailatul Fitriyah; Adkhau Fajar Nurzakiy Firdaus; Muhamad Safa’udin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/x9yk7p48

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa menjadi isu penting di era Society 5.0, terutama akibat meningkatnya tekanan akademik, sosial, dan penggunaan teknologi digital yang intensif pada Generasi Z. Society 5.0 merupakan konsep masyarakat berbasis teknologi yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dan digitalisasi dalam kehidupan manusia, termasuk dalam layanan kesehatan mental melalui konseling digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Sunan Gresik, Jawa Timur, dengan tujuan mengoptimalkan kesehatan mental mahasiswa melalui edukasi konseling digital sebagai layanan yang lebih fleksibel dan mudah diakses. Metode yang digunakan berupa pendekatan partisipatif melalui seminar interaktif, pelatihan penggunaan platform konseling digital, diskusi kelompok, serta pendampingan penggunaan layanan secara aman dan bijak. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest sederhana terhadap 35 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai kesehatan mental dari rata-rata skor 62 menjadi 84 setelah kegiatan berlangsung. Sebanyak 88% peserta menyatakan lebih terbuka terhadap layanan konseling digital dan 85% peserta merasa lebih mampu mengelola stres serta emosi setelah mengikuti kegiatan. Program ini memiliki keunikan pada integrasi edukasi kesehatan mental dengan praktik penggunaan layanan konseling digital yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa di era Society 5.0. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan literasi digital dan kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi. Dengan demikian, edukasi konseling digital terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa dalam menjaga kesehatan mental di era digital.   Abstract  Student mental health has become an important issue in the Society 5.0 era due to increasing academic, social, and technological pressures experienced by Generation Z. Society 5.0 refers to a technology-based society that integrates artificial intelligence and digitalization into human life, including mental health services through digital counseling. This community service program was conducted among students of the Tasawuf and Psychotherapy Study Program at Universitas Sunan Gresik, East Java, Indonesia, aiming to optimize student mental health through digital counseling education as a more flexible and accessible service. The program used a participatory approach through interactive seminars, training on digital counseling platforms, group discussions, and assistance in using digital services safely and wisely. Evaluation was conducted using simple pretest and posttest instruments involving 35 participants. The results showed an increase in students’ understanding of mental health, with the average score improving from 62 to 84 after the activity. About 88% of participants reported becoming more open to digital counseling services, while 85% felt more capable of managing stress and emotions after participating in the program. The uniqueness of this program lies in the integration of mental health education with practical digital counseling training tailored to student characteristics in the Society 5.0 era. However, challenges remained, including limited digital literacy and concerns regarding data privacy. Therefore, digital counseling education proved effective in improving students’ awareness, knowledge, and skills in maintaining mental health in the digital era.