Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tasawuf Psikoterapi dalam Restorasi Kepercayaan Publik terhadap Pesantren Pasca Tragedi: Studi Pustaka pada Pesantren Al-Khozini Bety Lailatul Fitriyah
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v2i2.8575

Abstract

Tragedi yang terjadi di lingkungan pesantren dapat menimbulkan krisis kepercayaan publik yang berdampak luas, tidak hanya terhadap institusi terkait, tetapi juga terhadap citra pesantren secara umum sebagai lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep restorasi kepercayaan publik terhadap pesantren pasca tragedi melalui integrasi perspektif tasawuf dan psikoterapi Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah 32 sumber literatur yang relevan, terdiri atas jurnal bereputasi nasional dan internasional, buku akademik, serta dokumen kebijakan yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya kepercayaan publik terhadap pesantren dipengaruhi oleh lemahnya sistem perlindungan santri, rendahnya transparansi kelembagaan, serta respons krisis yang kurang empatik. Integrasi tasawuf dan psikoterapi Islam memperlihatkan bahwa restorasi kepercayaan publik tidak cukup dilakukan melalui reformasi struktural dan administratif, tetapi juga memerlukan pemulihan psikospiritual melalui internalisasi nilai-nilai tasawuf seperti amanah, muhasabah, taubat, ikhlas, dan ihsan. Pendekatan psikoterapi Islam berperan penting dalam penyembuhan trauma sosial dan rekonstruksi makna secara kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa restorasi kepercayaan publik terhadap pesantren pasca tragedi merupakan proses psikospiritual yang berkelanjutan dan menuntut transformasi moral kelembagaan sebagai fondasi utama pemulihan.
The Effectiveness of Artificial Intelligence (AI) Chat-Based Counseling on the Mental Health of Generation Z Students Bety Lailatul Fitriyah; Adkhau Fajar Nurzakiy Fidaus
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v3i1.9217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas konseling berbasis obrolan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai alternatif untuk mendukung kesehatan mental siswa Generasi Z. Metode yang digunakan adalah riset pustaka dengan menganalisis berbagai artikel jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan dalam lima tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari berbagai sumber terpercaya seperti Google Scholar dan jurnal internasional, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling berbasis obrolan AI memiliki keunggulan dalam hal kemudahan akses, fleksibilitas waktu, dan anonimitas, sehingga meningkatkan kenyamanan siswa dalam mengungkapkan masalah psikologis mereka. Selain itu, penggunaan chatbot AI terbukti efektif dalam membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan ringan hingga sedang, serta memberikan dukungan emosional awal yang cepat. Namun, keterbatasan dalam memahami emosi secara mendalam dan kurangnya empati merupakan hambatan utama, sehingga layanan ini tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran konselor profesional. Kesimpulannya, konseling berbasis obrolan AI efektif sebagai sistem dukungan awal dalam membantu kesehatan mental siswa Generasi Z. Integrasi antara teknologi AI dan layanan konseling konvensional merupakan pendekatan yang lebih optimal dalam mengembangkan layanan kesehatan mental di era digital .
OPTIMALISASI KESEHATAN MENTAL MAHASISWA MELALUI EDUKASI KONSELING DIGITAL DI ERA SOCIETY 5.0 Bety Lailatul Fitriyah; Adkhau Fajar Nurzakiy Firdaus; Muhamad Safa’udin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/x9yk7p48

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa menjadi isu penting di era Society 5.0, terutama akibat meningkatnya tekanan akademik, sosial, dan penggunaan teknologi digital yang intensif pada Generasi Z. Society 5.0 merupakan konsep masyarakat berbasis teknologi yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dan digitalisasi dalam kehidupan manusia, termasuk dalam layanan kesehatan mental melalui konseling digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Sunan Gresik, Jawa Timur, dengan tujuan mengoptimalkan kesehatan mental mahasiswa melalui edukasi konseling digital sebagai layanan yang lebih fleksibel dan mudah diakses. Metode yang digunakan berupa pendekatan partisipatif melalui seminar interaktif, pelatihan penggunaan platform konseling digital, diskusi kelompok, serta pendampingan penggunaan layanan secara aman dan bijak. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest sederhana terhadap 35 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai kesehatan mental dari rata-rata skor 62 menjadi 84 setelah kegiatan berlangsung. Sebanyak 88% peserta menyatakan lebih terbuka terhadap layanan konseling digital dan 85% peserta merasa lebih mampu mengelola stres serta emosi setelah mengikuti kegiatan. Program ini memiliki keunikan pada integrasi edukasi kesehatan mental dengan praktik penggunaan layanan konseling digital yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa di era Society 5.0. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan literasi digital dan kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi. Dengan demikian, edukasi konseling digital terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa dalam menjaga kesehatan mental di era digital.   Abstract  Student mental health has become an important issue in the Society 5.0 era due to increasing academic, social, and technological pressures experienced by Generation Z. Society 5.0 refers to a technology-based society that integrates artificial intelligence and digitalization into human life, including mental health services through digital counseling. This community service program was conducted among students of the Tasawuf and Psychotherapy Study Program at Universitas Sunan Gresik, East Java, Indonesia, aiming to optimize student mental health through digital counseling education as a more flexible and accessible service. The program used a participatory approach through interactive seminars, training on digital counseling platforms, group discussions, and assistance in using digital services safely and wisely. Evaluation was conducted using simple pretest and posttest instruments involving 35 participants. The results showed an increase in students’ understanding of mental health, with the average score improving from 62 to 84 after the activity. About 88% of participants reported becoming more open to digital counseling services, while 85% felt more capable of managing stress and emotions after participating in the program. The uniqueness of this program lies in the integration of mental health education with practical digital counseling training tailored to student characteristics in the Society 5.0 era. However, challenges remained, including limited digital literacy and concerns regarding data privacy. Therefore, digital counseling education proved effective in improving students’ awareness, knowledge, and skills in maintaining mental health in the digital era.
The Effectiveness of Artificial Intelligence (AI) Chat-Based Counseling on the Mental Health of Generation Z Students Bety Lailatul Fitriyah; Adkhau Fajar Nurzakiy Fidaus
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v3i1.9217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas konseling berbasis obrolan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai alternatif untuk mendukung kesehatan mental siswa Generasi Z. Metode yang digunakan adalah riset pustaka dengan menganalisis berbagai artikel jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan dalam lima tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari berbagai sumber terpercaya seperti Google Scholar dan jurnal internasional, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling berbasis obrolan AI memiliki keunggulan dalam hal kemudahan akses, fleksibilitas waktu, dan anonimitas, sehingga meningkatkan kenyamanan siswa dalam mengungkapkan masalah psikologis mereka. Selain itu, penggunaan chatbot AI terbukti efektif dalam membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan ringan hingga sedang, serta memberikan dukungan emosional awal yang cepat. Namun, keterbatasan dalam memahami emosi secara mendalam dan kurangnya empati merupakan hambatan utama, sehingga layanan ini tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran konselor profesional. Kesimpulannya, konseling berbasis obrolan AI efektif sebagai sistem dukungan awal dalam membantu kesehatan mental siswa Generasi Z. Integrasi antara teknologi AI dan layanan konseling konvensional merupakan pendekatan yang lebih optimal dalam mengembangkan layanan kesehatan mental di era digital .