Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENINGKATAN UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 SERTA PROMOSI KESEHATAN DI CLUSTER JADE BEKASI Leonov Rianto; Aries Meryta; Doni Iswandani; Alifa Sabrina
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The first two cases of COVID-19 in Indonesia were confirmed for the first time on March 2, 2020. Transmission occurred very quickly, on December 3, 2020 there were 8,369 positive cases of COVID-19. A study shows that the rate of transmission from contact with 1 patient can infect 3 people around him and maybe more. In minimizing the spread of the virus, the Government has launched a Health Protocol that applies throughout Indonesia. The details in the Health protocol need to be socialized more regularly, such as what type of mask should be used, how to use a mask correctly, how to wash hands properly, what is the safe distance between humans in public spaces, and so on. So, we intend to hold educational activities about preventing the spread of COVID-19 and promoting health in implementing health protocols. Based on statistical tests, it is known that the significance value (sig) of the pretest and posttest data is 0.000, which means that the H1 hypothesis is accepted because sig < 0.005. Hypothesis H1 is accepted, which means that there is an effect of counseling in increasing knowledge of health protocols. The highest increase in respondents' knowledge is in the section on how to wash hands properly.
ANALISIS HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TB) DI KELURAHAN PENGGILINGAN, JAKARTA TIMUR Marta Halim; Herty Nur Tanty; Leonov Rianto; Alifa Sabrina
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) tetap menjadi beban kesehatan masyarakat global yang serius, termasuk di Indonesia yang masih menghadapi prevalensi tinggi. Kendati pengobatan TB tersedia dan efektif, tingkat kepatuhan pasien dalam menyelesaikan terapi jangka panjang kerap menjadi tantangan utama, khususnya di wilayah berkembang. Penelitian ini secara khusus bertujuan mengkaji hubungan antara peran dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan menjalani pengobatan di kalangan pasien TB yang berdomisili di Kelurahan Penggilingan, Jakarta Timur. Metode penelitian yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan pendekatan desain korelasional. Sebanyak 63 responden yang telah terdiagnosis TB berpartisipasi dalam studi ini. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang dirancang untuk mengumpulkan informasi demografis sekaligus mengukur tingkat dukungan keluarga yang dirasakan oleh pasien. Temuan utama penelitian mengungkapkan bahwa secara umum kepatuhan pengobatan TB di lokasi studi tergolong rendah. Dari total responden, sebanyak 28 orang (44,4%) masuk kategori kepatuhan rendah, 21 orang (33,3%) menunjukkan kepatuhan tinggi, dan 14 orang (22,2%) berada di kategori sedang. Analisis awal melalui Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov menghasilkan nilai signifikansi p=0,007 (lebih kecil dari α=0,05), mengindikasikan bahwa distribusi data penelitian tidak normal. Oleh karena itu, analisis hubungan dilakukan menggunakan Uji Korelasi Spearman Rho. Hasil uji ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara variabel dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan TB, dengan nilai p=0,498 (lebih besar dari α=0,05). Simpulan penelitian menegaskan bahwa meskipun dukungan keluarga secara teoritis merupakan faktor penting dalam manajemen penyakit kronis seperti TB, dalam konteks dan periode penelitian ini, dukungan keluarga tidak terbukti secara statistik memiliki pengaruh langsung terhadap ketaatan pasien dalam menjalani pengobatan. Temuan ini menyoroti kompleksitas faktor penentu kepatuhan yang melampaui dukungan keluarga saja. Oleh sebab itu, diperlukan strategi intervensi yang lebih holistik dan komprehensif. Upaya peningkatan kesadaran (awareness) dan pengetahuan (knowledge) yang mendalam tentang TB, tidak hanya bagi pasien tetapi juga melibatkan seluruh anggota keluarga dan lingkungan sosialnya, menjadi aspek krusial untuk didorong guna meningkatkan keberhasilan pengobatan TB secara keseluruhan di masyarakat.
Gambaran Kesesuaian Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Pasien Umum Rawat Jalan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan Bekasi Bulan Maret 2023 Alifa Sabrina; Bayu Dwi Handono; Umul Angga Brahmono; Popi Sumiati
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.1 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu standar pelayanan minimal rumah sakit adalah waktu tunggu. Waktu tunggu merupakan salah satu komponen yang menyebabkan ketidakpuasan pasien, apabila pasien merasakan pelayanan yang diterima tidak sesuai dengan harapan, maka tidak terjadi adanya loyalitas pasien. Salah satu mutu yang ingin dicapai instalasi farmasi rumah sakit yaitu dapat meminimalkan waktu tunggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat pasien umum rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan Bekasi terhadap Kepmenkes RI No 129 tahun 2008. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara observasional dengan mencatat waktu tunggu pelayanan resep. Sampel diambil dengan metode accidental sampling yaitu dengan mengambil data yang dapat tercatat selama waktu penelitian. Jumlah sampel dalam penelitian ini ada 107 lembar resep. Hasil penelitian menunjukkan persentase kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat pasien umum rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan yaitu untuk resep obat jadi ada 72 lembar resep yang sesuai atau sebesar 83,72% dengan rata-rata waktu tunggu 18 menit 32 detik, dan yang tidak sesuai ada 14 lembar atau sebesar 16,28% dengan rata-rata waktu tunggu 34 menit 57 detik. Sedangkan untuk obat racikan ada 19 lembar resep yang sesuai atau sebesar 90,48% dengan rata-rata waktu tunggu 30 menit 3 detik, dan yang tidak sesuai ada 2 lembar atau sebesar 9,52% dengan rata-rata waktu tunggu 68 menit 5 detik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan waktu tunggu pelayanan resep obat pasien umum rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan yang memenuhi kesesuaian untuk obat jadi sebesar 83,72% dan untuk obat racikan 90,48%.
Evaluation of pharmacy mathematics assessment items using the Rasch model Alifa Sabrina; Fitri Savitri; Farida Tuahuns
Jurnal Elemen Vol 12 No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v12i2.33850

Abstract

This study aims to assess the psychometric quality of mathematics evaluation tools using the Rasch Model. The analysis was conducted on 15 test items administered to university students, item difficulty, model fit, reliability, and test information function. The findings of the analysis show that the item difficulty level ranges from −1.50 to 1.75 logits, indicating sufficient variation in difficulty to measure abilities from low to high. Most items show good model fit with Mean Square INFIT and OUTFIT values within an acceptable 0.5–1.5. Item reliability was very high (0.99), indicating stability in the item difficulty hierarchy, while individual reliability was in the moderate category (0.60), reflecting the homogeneity of the respondents' abilities. The test's information function peaks in the ability range of approximately θ = 0 to θ = +1, where the lowest measurement error occurs in that range, making this instrument most accurate in assessing abilities that are average to slightly average. These findings are consistent with Rasch theory and previous research. Overall, the results of this study reinforce that the Rasch Model is effective for assessing and improving mathematics evaluation tools in higher education and provide for the development of more accurate instruments in future research
Edukasi Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri pada Siswa SMK Farmasi dalam Perhitungan Farmasi Farida Tuahuns; Alifa Sabrina; Fitri Savitri
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 01 (2025): Artikel Periode April 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v3i01.5656

Abstract

Rasa percaya diri merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki untuk bisa ditunjukan kepada orang lain. Rasa percaya diri penting dimiliki oleh para pelajar dan sebaiknya dibangun sedini mungkin. Sekolah menjadi salah satu tempat mengembangkan kepercayaan diri yang dapat menjadi modal awal untuk masa depan. Untuk meningkatkan percaya diri dapat dilakukan dengan memperbanyak wawasan dan meningkatkan kompetensi. Pada siswa SMK jurusan farmasi, terdapat beberapa kompetensi yang harus dimiliki diantaranya adalah membantu tenaga teknis kefarmasian dalam melakukan perhitungan dosis. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilakukan edukasi agar meningkatkan kepercayaan diri dalam memenuhi kompetensi perhitungan dosis. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa SMK Farmasi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi kepada siswa SMK Farmasi tentang cara meningkatkan kepercayaaan diri. Pemberian kuesioner untuk mengukur peningkatan kepercayaan diri diberikan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Hasil pengabdian ini menunjukan antusias siswa dalam meningkatkan kepercayaan diri mereka dengan mengerjakan perhitungan farmasi di papan tulis. Sebanyak 51,3% siswa mengalami peningkatan skor pre-test dan post-test lebih dari 10 poin, sebanyak 48,7% mengalami peningkatan skor ? 10 poin dan terdapat 2,56% siswa yang tidak mengalami peningkatan skor.  Dapat disimpulkan bahwa 97,4% siswa mengalami peningkatan kepercayaan diri.
Logistic Regression Analysis of Factors Affecting Medication Adherence in Hypertensive Patients at a Private Hospital in Jakarta Farida Tuahuns; Alifa Sabrina; Fitri Savitri; Benjamin Atta Owusu; Nitinun Pongsiri; Mira Nurhalizah
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Institut Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/jisym.v16i1.505

Abstract

Hypertension is one of the Non-Communicable Diseases (NCD) that can lead to serious conditions such as heart disease, stroke, or death. It can’t be cured; patients need lifelong medication. That is why adherence to treatment is a must for hypertensive patients. This study aims to investigate the relationship between sociodemographic, clinical factors and medication adherence among hypertension patients at a private hospital in Jakarta. This study is a pilot study using a cross-sectional method with 97 hypertensive patients. Patient medication adherence was assessed using the validated ProMAS questionnaire. The patients’ scores were then divided into two categories: good and poor adherence, based on 80% of the total score. Binary logistic regression was used to identify factors associated with adherence, with model selection based on the Akaike Information Criterion (AIC). The Pseudo-R² by Nagelkerke was used in this study for the model's goodness-of-fit, with a value of 0.232 (23.2%). The results showed that 74 (76.3%) patients had poor adherence, while 23 (23.7%) patients had good adherence. Among all the socioeconomic and clinical variables, only the education variables showed a significant correlation with medication adherence. Patients with college and junior high school education levels were more likely to be compliant compared to those with senior high school education (OR = 10.42 and OR = 8.75, respectively). The results of this study show that medication adherence among hypertensive patients in private hospitals varies based on patients’ backgrounds. The findings highlight the need for hospital policies, such as health education programs based on the patients’ education levels, in order to improve the effectiveness of long-term hypertension management.