Alifa Sabrina
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 SERTA PROMOSI KESEHATAN DI CLUSTER JADE BEKASI Leonov Rianto; Aries Meryta; Doni Iswandani; Alifa Sabrina
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The first two cases of COVID-19 in Indonesia were confirmed for the first time on March 2, 2020. Transmission occurred very quickly, on December 3, 2020 there were 8,369 positive cases of COVID-19. A study shows that the rate of transmission from contact with 1 patient can infect 3 people around him and maybe more. In minimizing the spread of the virus, the Government has launched a Health Protocol that applies throughout Indonesia. The details in the Health protocol need to be socialized more regularly, such as what type of mask should be used, how to use a mask correctly, how to wash hands properly, what is the safe distance between humans in public spaces, and so on. So, we intend to hold educational activities about preventing the spread of COVID-19 and promoting health in implementing health protocols. Based on statistical tests, it is known that the significance value (sig) of the pretest and posttest data is 0.000, which means that the H1 hypothesis is accepted because sig < 0.005. Hypothesis H1 is accepted, which means that there is an effect of counseling in increasing knowledge of health protocols. The highest increase in respondents' knowledge is in the section on how to wash hands properly.
ANALISIS HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TB) DI KELURAHAN PENGGILINGAN, JAKARTA TIMUR Marta Halim; Herty Nur Tanty; Leonov Rianto; Alifa Sabrina
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) tetap menjadi beban kesehatan masyarakat global yang serius, termasuk di Indonesia yang masih menghadapi prevalensi tinggi. Kendati pengobatan TB tersedia dan efektif, tingkat kepatuhan pasien dalam menyelesaikan terapi jangka panjang kerap menjadi tantangan utama, khususnya di wilayah berkembang. Penelitian ini secara khusus bertujuan mengkaji hubungan antara peran dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan menjalani pengobatan di kalangan pasien TB yang berdomisili di Kelurahan Penggilingan, Jakarta Timur. Metode penelitian yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan pendekatan desain korelasional. Sebanyak 63 responden yang telah terdiagnosis TB berpartisipasi dalam studi ini. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang dirancang untuk mengumpulkan informasi demografis sekaligus mengukur tingkat dukungan keluarga yang dirasakan oleh pasien. Temuan utama penelitian mengungkapkan bahwa secara umum kepatuhan pengobatan TB di lokasi studi tergolong rendah. Dari total responden, sebanyak 28 orang (44,4%) masuk kategori kepatuhan rendah, 21 orang (33,3%) menunjukkan kepatuhan tinggi, dan 14 orang (22,2%) berada di kategori sedang. Analisis awal melalui Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov menghasilkan nilai signifikansi p=0,007 (lebih kecil dari α=0,05), mengindikasikan bahwa distribusi data penelitian tidak normal. Oleh karena itu, analisis hubungan dilakukan menggunakan Uji Korelasi Spearman Rho. Hasil uji ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara variabel dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan TB, dengan nilai p=0,498 (lebih besar dari α=0,05). Simpulan penelitian menegaskan bahwa meskipun dukungan keluarga secara teoritis merupakan faktor penting dalam manajemen penyakit kronis seperti TB, dalam konteks dan periode penelitian ini, dukungan keluarga tidak terbukti secara statistik memiliki pengaruh langsung terhadap ketaatan pasien dalam menjalani pengobatan. Temuan ini menyoroti kompleksitas faktor penentu kepatuhan yang melampaui dukungan keluarga saja. Oleh sebab itu, diperlukan strategi intervensi yang lebih holistik dan komprehensif. Upaya peningkatan kesadaran (awareness) dan pengetahuan (knowledge) yang mendalam tentang TB, tidak hanya bagi pasien tetapi juga melibatkan seluruh anggota keluarga dan lingkungan sosialnya, menjadi aspek krusial untuk didorong guna meningkatkan keberhasilan pengobatan TB secara keseluruhan di masyarakat.
Gambaran Kesesuaian Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Pasien Umum Rawat Jalan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan Bekasi Bulan Maret 2023 Alifa Sabrina; Bayu Dwi Handono; Umul Angga Brahmono; Popi Sumiati
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.1 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu standar pelayanan minimal rumah sakit adalah waktu tunggu. Waktu tunggu merupakan salah satu komponen yang menyebabkan ketidakpuasan pasien, apabila pasien merasakan pelayanan yang diterima tidak sesuai dengan harapan, maka tidak terjadi adanya loyalitas pasien. Salah satu mutu yang ingin dicapai instalasi farmasi rumah sakit yaitu dapat meminimalkan waktu tunggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat pasien umum rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan Bekasi terhadap Kepmenkes RI No 129 tahun 2008. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara observasional dengan mencatat waktu tunggu pelayanan resep. Sampel diambil dengan metode accidental sampling yaitu dengan mengambil data yang dapat tercatat selama waktu penelitian. Jumlah sampel dalam penelitian ini ada 107 lembar resep. Hasil penelitian menunjukkan persentase kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat pasien umum rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan yaitu untuk resep obat jadi ada 72 lembar resep yang sesuai atau sebesar 83,72% dengan rata-rata waktu tunggu 18 menit 32 detik, dan yang tidak sesuai ada 14 lembar atau sebesar 16,28% dengan rata-rata waktu tunggu 34 menit 57 detik. Sedangkan untuk obat racikan ada 19 lembar resep yang sesuai atau sebesar 90,48% dengan rata-rata waktu tunggu 30 menit 3 detik, dan yang tidak sesuai ada 2 lembar atau sebesar 9,52% dengan rata-rata waktu tunggu 68 menit 5 detik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan waktu tunggu pelayanan resep obat pasien umum rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan yang memenuhi kesesuaian untuk obat jadi sebesar 83,72% dan untuk obat racikan 90,48%.