This Author published in this journals
All Journal Jurnal Farmasi Ikifa
Ika Agustina Ika
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI BUBUK BIJI KETUMBAR (Coriandrum sativum) DI PASAR CISALAK BULAN MARET-JUNI TAHUN 2025 Ika Agustina Ika; Senny Listy Kartika Falestin Senny; Arif Nasrulloh Arif; Mega Efrilia Mega; Pra Panca Bayu Chandra Panca
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji ketumbar dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bumbu masakan yang banyak dijual di pasar tradisional. Seiring perkembangan zaman, kesibukan masyarakat  semakin meningkat dan menginkan segala sesuatu secara instan. Sehingga pada saat ini banyak bumbu masakan yang di jual dalam bentuk bubuk agar lebih mudah dan praktis digunakan. Namun  pada pasar tradisional terdapat banyaknya pencampuran bahan baku rempah kurangnya yang menyebabkan kualitas penjualan di pasar tradisional kurang baik. Maka perlu dilakukan evaluasi dalam kemurnian yang terkandung pada ketumbar. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil Evaluasi Bubuk Biji Ketumbar. Metode penelitian yang digunakan pada  ealuassi bubuk biji ketumbar adalah kuantitatif deskriptif. Pada penelitian Alat yang digunakan destilasi stahl dan kromatografi lapis tipis. Evaluasi bubuk biji ketumbar menggunakan 12 sampel dari pedagang bubuk ketumbar yang berada di Pasar Cisalak secara triplo. Pada pengujian 12 sampel bubuk biji ketumbar dengan destilasi stahl, didapat kadar minyak atsiri yang telah memenuhi persyaratan pada sampel 4 adalah 2% dan sampel 5 adalah 1,75 % karena menurut persyaratan Farmakope Herbal Indonesia yaitu kadar minyak atsiri tidak kurang dari 0,30%. Pada pengujian 12 sampel bubuk biji ketumbar dengan pengujian kromatografi lapis tipis, hasil nilai Rf pada bubuk biji ketumbar masih belum memenuhi persyaratan Farmakope Herbal Indonesia.