Biji ketumbar dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bumbu masakan yang banyak dijual di pasar tradisional. Seiring perkembangan zaman, kesibukan masyarakat semakin meningkat dan menginkan segala sesuatu secara instan. Sehingga pada saat ini banyak bumbu masakan yang di jual dalam bentuk bubuk agar lebih mudah dan praktis digunakan. Namun pada pasar tradisional terdapat banyaknya pencampuran bahan baku rempah kurangnya yang menyebabkan kualitas penjualan di pasar tradisional kurang baik. Maka perlu dilakukan evaluasi dalam kemurnian yang terkandung pada ketumbar. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil Evaluasi Bubuk Biji Ketumbar. Metode penelitian yang digunakan pada ealuassi bubuk biji ketumbar adalah kuantitatif deskriptif. Pada penelitian Alat yang digunakan destilasi stahl dan kromatografi lapis tipis. Evaluasi bubuk biji ketumbar menggunakan 12 sampel dari pedagang bubuk ketumbar yang berada di Pasar Cisalak secara triplo. Pada pengujian 12 sampel bubuk biji ketumbar dengan destilasi stahl, didapat kadar minyak atsiri yang telah memenuhi persyaratan pada sampel 4 adalah 2% dan sampel 5 adalah 1,75 % karena menurut persyaratan Farmakope Herbal Indonesia yaitu kadar minyak atsiri tidak kurang dari 0,30%. Pada pengujian 12 sampel bubuk biji ketumbar dengan pengujian kromatografi lapis tipis, hasil nilai Rf pada bubuk biji ketumbar masih belum memenuhi persyaratan Farmakope Herbal Indonesia.
Copyrights © 2025