Pandemi Covid-19 merupakan peristiwa menyebarnya virus Coronavirus jenis SARS-CoV-2 sebagai penyebabnya. Kondisi pandemi Covid-19 membuat perubahan diantaranya rutinitas sehari-hari, kurangnya interaksi sosial, hingga kehilangan pekerjaan yang mengakibatkan stres saat pandemi berdampak buruk pada kualitas tidur dan peningkatan risiko ide bunuh diri. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara gangguan tidur dengan ide bunuh diri pada usia produktif di masa pandemi. Desain penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan data potong lintang. Jumlah sampel sebanyak 78 orang. Data hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariate. Analisis univariat menggambarkan data penenlitian. Analisis bivariat dengan uji fisher’s exact menggunakan IBM SPSS 26. Hasil analisis data didapatkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan tidur dengan ide bunuh diri pada usia produktif di masa pandemi Covid-19 (p = 0,608) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sosiodemografi (jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status pendapatan) dengan ide bunuh diri (p = 0,222; p = 0,513 dan p = 0,459. Hasil lain yang didapatkan ada hubungan antara stres akibat pandemi covid-19 dengan gangguan tidur (p = 0,003) dan terdapat hubungan antara stres akibat pandemi covid-19 dengan ide bunuh diri (p = 0,033). Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan tidur dan ide bunuh diri.