Aussie Amalia
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyimpanan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun B3 (Studi Kasus Pengolahan, Penampungan, Penjernihan dan Distribusi Air Bersih CV X) Eginta Marovid Tarigan; Aussie Amalia
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat berdampak buruk terhadap kualitas lingkungan dan mematikan jika lingkungan tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, Dokumen Lingkungan Hidup yang terdiri dari Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan diperlukan untuk melindungi lingkungan dari pencemaran dan kerusakan lingkungan yang dihasilkan oleh usaha industri (RKL-RPL). Dokumen lingkungan hidup sangat penting bagi pelaku usaha yang hendak menjadikan usaha/kegiatan menjadi usaha dengan mempertimbangkan dampak lingkungan perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan penulisan laporan. Temuan penelitian adalah: Dokumen RKL-RPL dimaksudkan sebagai rencana untuk meminimalkan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh dampak penting. Penyusunan RKL-RPL didasarkan pada Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Penyusunan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rincian Rencana Pemantauan Lingkungan bagi Perusahaan Industri yang sedang atau akan Berlokasi di Kawasan Industri. Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, RKL-RPL penyimpanan dan tata cara penempatan limbah B3 wajib diisi.
Permodelan Jaringan Distribusi Air Bersih di CV. X untuk Kawasan Industri dengan Aplikasi Epanet Muhammad Purnama Adji; Aussie Amalia
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat percepatan ekspansi di berbagai industri, kebutuhan air baku untuk berbagai penggunaan terus meningkat. Di sisi lain, ketersediaan air bersih masih terbatas. Pasokan air bersih juga menjadi masalah di Kawasan Industri x. Wilayah ini memiliki suplai air yang cukup dalam bentuk bosem dan jaringan distribusi yang mendistribusikan air bersih ke gudang dan perusahaan di wilayah tersebut, namun persoalannya adalah bagaimana mengolah dan mendistribusikan air dari sumber air tersebut ke daerah yang belum memiliki jaringan distribusi air bersih yang optimal sehingga pelanggan bisa mendapatkannya. Studi ini menggunakan cara pengumpulan data dari pengembang kawasan industri x. Program Epanet dapat digunakan untuk merancang distribusi air bersih dan sebagai tolok ukur untuk mengevaluasi dan membandingkan kondisi lapangan. Hasil analisis menunjukkan 26 lokasi junction melebihi kriteria kualitas (>100 m), dengan nilai tekanan minimum 49,25 m dan nilai tekanan maksimum 102,72 m. Tujuh puluh enam pipa distribusi air memiliki kecepatan di bawah 0,3 m/s, sedangkan satu pipa memiliki kecepatan di atas syarat mutu, yaitu 3,7 m/s pada jam-jam kritis. Hasil EPANET menunjukkan bahwa sekitar pukul 11.00, 13.00, dan 14.00 terjadi tekanan negatif yang menandakan bahwa pipa kehilangan air atau tekanan sehingga air tidak dapat disalurkan ke pelanggan. Hal ini sesuai dengan kondisi lapangan, dimana pada jam – jam kritis itu terjadi penggunaan air yang tinggi.