Yuli Fitriyanti
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Usaha Mengembangkan Karakter Siswa Yang Berintegritas dan Bertanggung Jawab Melalui Pendidikan Moral dan Etika Yuli Fitriyanti; Rusdiah Roitona Nasution; Siti Saroh Hasibuan; Resti Yulasti
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.468

Abstract

Pendidikan karakter kini menjadi perhatian utama dalam sistem pendidikan modern karena berperan penting dalam membentuk siswa yang memiliki integritas dan rasa tanggung jawab, terutama di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengembangan karakter melalui pendidikan moral dan etika serta menilai pengaruhnya terhadap integritas dan tanggung jawab siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan siswa, guru, dan orang tua sebagai informan, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi kebijakan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai moral secara menyeluruh melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan interaksi sehari-hari, didukung keteladanan guru dan partisipasi orang tua, efektif meningkatkan disiplin, kemampuan mengambil keputusan etis, serta internalisasi integritas dan tanggung jawab siswa. Keberhasilan pendidikan karakter juga ditentukan oleh evaluasi yang berkelanjutan dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kesimpulannya, pendidikan moral dan etika berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang berintegritas dan bertanggung jawab serta harus disesuaikan dengan dinamika sosial dan kebutuhan generasi muda.
Manajemen Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck sebagai Sumber Pembelajaran PAI Berbasis Literasi Sastra Nazua Fatia Harahap; Nurul Azwa; Yuli Fitriyanti
MANAGIERE: Journal of Islamic Educational Management Vol. 4 No. 2 (2025): MANAGIERE: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Published by the Postgraduate Program in Islamic Education Management, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/managiere.v4i2.2441

Abstract

This study examines the management of internalizing Islamic educational values in Buya Hamka’s novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck and its relevance as a literary-based learning source for Islamic Religious Education. Using a qualitative content analysis approach through close reading, this research maps the organization and implementation of value internalization encompassing aqidah, morality, muamalah, and Islamic social ethics reflected in the narrative. The findings reveal that the novel provides structured moral experiences that can be managed pedagogically to strengthen students’ religious character. Through literary literacy, teachers can optimize the novel as a medium for value internalization by guiding students in interpreting texts, engaging in reflective reading, and connecting narrative experiences with Islamic teachings. This research highlights that Islamic literature is a strategic instrument for managing value-based learning, enabling PAI to be more contextual, humanistic, and relevant to modern educational needs. Penelitian ini mengkaji manajemen internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Buya Hamka serta relevansinya sebagai sumber pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis literasi sastra. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis isi melalui pembacaan mendalam, penelitian ini memetakan pengelolaan internalisasi nilai yang meliputi nilai akidah, akhlak, muamalah, dan etika sosial keagamaan sebagaimana tercermin dalam alur dan karakter tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel tersebut menyediakan pengalaman moral terstruktur yang dapat dikelola secara pedagogis untuk memperkuat pembentukan karakter religius peserta didik. Melalui literasi sastra, guru dapat mengoptimalkan proses internalisasi nilai dengan strategi interpretasi teks, pembacaan reflektif, serta pengaitan pesan naratif dengan ajaran Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra Islami merupakan instrumen strategis dalam manajemen pembelajaran berbasis nilai, sehingga pembelajaran PAI menjadi lebih kontekstual, humanis, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan modern.