Latar Belakang: COVID-19 merupakan penyakit menular yang berkembang secara global sejak akhir tahun 2019 dan pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan, Tiongkok. Penyebaran virus ini menimbulkan berbagai permasalahan di hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah adalah pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada anak usia sekolah. Namun, kesediaan orang tua dalam memberikan izin vaksinasi masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama persepsi terhadap vaksin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kesediaan orang tua dalam melakukan vaksinasi COVID-19 pada anak di SD Negeri 2 Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 136 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia <35 tahun sebanyak 107 orang (78,9%) dan >35 tahun sebanyak 39 orang (21,3%). Berdasarkan pekerjaan, mayoritas responden adalah ibu rumah tangga sebanyak 108 orang (79,4%), wiraswasta 18 orang (13,2%), dan pegawai negeri sipil 10 orang (7,4%). Karakteristik anak menunjukkan usia >12 tahun sebanyak 113 anak (83,1%) dan <12 tahun sebanyak 23 anak (16,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi orang tua dengan kesediaan melakukan vaksinasi COVID-19 pada anak dengan nilai p-value = 0,000. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi orang tua dengan kesediaan melakukan vaksinasi COVID-19 pada anak di SD Negeri 2 Kairatu.