Kemampuan pemecahan masalah menjadi aspek krusial dalam proses belajar matematika yang memiliki relevansi luas dalam berbagai bidang kehidupan. Keterampilan ini bukan hanya terbatas pada konteks akademik, tetapi juga memiliki peran untuk membantu individu menghadapi permasalahan hidupnya. Pemecahan masalah menuntut siswa dalam memahami permasalahan secara menyeluruh, menganalisis informasi yang tersedia, merumuskan strategi penyelesaian yang tepat, melakukan prosedur yang sesuai, serta mengevaluasi kembali solusi yang diperoleh. Oleh karenanya, kemampuan ini perlu perhatian khusus untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran agar siswa dapat berpikir secara kritis, logis, dan tersistem ketika menyelesaikan berbagai permasalahan. Hasil observasi awal menunjukkan bahwasanya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika berada dalam kategori rendah. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan dalam mengkaji dampak dari media pembelajaran berupa film animasi yang terintegrasi dengan budaya Jambi pada kemampuan siswa kelas XI di SMPN 10 Kota Jambi dalam memecahkan masalah matematika. Metode yang dipakai ialah kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan model non-equivalent control group pretest posttest. Materi pembelajaran yang digunakan adalah transformasi geometri (translasi dan pencerminan) yang dikemas dalam film animasi berbasis budaya lokal. Penelitian yang dilakukan memberikan hasil bahwa implementasi media film animasi untuk proses pembelajaran berpengaruh signifikan pada kemampuan pemecahan masalah siswa. Peningkatan capaian belajar ditunjukkan dari kelompok kelas eksperimen. Temuan ini menjadi bukti bahwasanya media pembelajaran berbasis animasi kearifan lokal efektif dalam meningkatkan capaian belajar siswa serta menjadikan suasana belajar matematika terasa hidup.