Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan masyarakat Desa Linggajati dalam pencegahan dan penanganan stunting dengan menggunakan potensi sumber daya lokal Wulan Nurkholidatunnisa; Dheana Ratu Hazlisa; Ratna Handayani; Maulana Rusyda Luthfi; Azahra Meylany Salsabila; Masitoh Nur Azizah; Fajar Setiawan; Rendy Sudirman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34071

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan pembangunan bangsa. Di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, prevalensi stunting masih tinggi dengan 69 balita sangat pendek dan 364 balita pendek pada tahun 2020. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi, sanitasi, dan pola asuh menjadi faktor penghambat utama pencegahan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dengan desain pretest-posttest. Materi mencakup pengertian stunting, faktor risiko, serta dampak jangka panjang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, lalu dianalisis dengan uji berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan peserta setelah penyuluhan. Dampak PkM ini adalah meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang, ASI eksklusif, dan sanitasi layak, serta tumbuhnya motivasi untuk memanfaatkan potensi pangan lokal dalam pencegahan stunting. Dengan demikian, metode pretest-posttest dapat menjadi alat evaluasi yang tepat untuk mengukur keberhasilan edukasi kesehatan dalam menurunkan risiko stunting di wilayah dengan prevalensi tinggi. Kata kunci: stunting; pendidikan kesehatan; pre test-post test; produk lokal; pengetahuan masyakarat tasikmalaya. AbstractStunting is a chronic nutritional problem that impacts the quality of human resources and national development. In Sukaratu District, Tasikmalaya Regency, the prevalence of stunting remains high, with 69 very short toddlers and 364 stunted toddlers in 2020. Low public knowledge about nutrition, sanitation, and parenting is a major barrier to prevention. This activity aims to increase public knowledge through health education using a pretest-posttest design. The material covered the definition of stunting, risk factors, and long-term impacts. Data were collected using questionnaires before and after the education, then analyzed using a paired t-test. The results showed a significant increase in participants' knowledge scores after the education. The impact of this Community Service Program (PKM) was an increased public understanding of balanced nutrition, exclusive breastfeeding, and proper sanitation, as well as a growing motivation to utilize local food potential in stunting prevention. Thus, the pretest-posttest method can be an appropriate evaluation tool to measure the success of health education in reducing the risk of stunting in areas with high prevalence. Keywords: stunting; health education; pre test-post test; local product; community knowledge in tasikmalaya.
Pemanfaatan Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) dalam Sediaan Moisturizer Gel sebagai Agen Anti-Aging Wulan Nurkholidatunnisa; Fajar Setiawan; Lusi Nurdianti
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.40126

Abstract

Penuaan kulit dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik, termasuk radikal bebas yang mempercepat kerusakan kulit. Antioksidan alami dapat digunakan untuk membantu mencegah penuaan dini. Biji kopi robusta (Coffea canephora) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi aktivitas antioksidan ekstrak biji kopi robusta, memformulasikannya sebagai agen anti-aging dalam sediaan moisturizer gel, serta mengevaluasi karakteristik fisik dan efektivitas sediaan. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl untuk menentukan nilai IC50. Sediaan moisturizer gel dibuat dalam empat formula, yaitu F0, F1, F2, dan F3 dengan variasi konsentrasi ekstrak 0%; 0,5%; 1%; dan 1,5%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, iritasi, hedonik, stabilitas, dan kelembaban kulit. Pengujian yang dilakukan menunjukkan adanya aktivitas antioksidan kuat pada ekstrak biji kopi robusta dengan nilai IC50 sebesar 46,76 ppm dan mampu diformulasikan menjadi sediaan moisturizer gel yang homogen, stabil, tidak menimbulkan iritasi, serta mampu meningkatkan kelembaban kulit. Oleh karena itu, ekstrak biji kopi robusta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komponen bioaktif anti-aging pada formulasi moisturizer gel.