Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan pembuat jamu seduh dengan inovasi masin pengaduk/ kristalisasi sederhana Nyoman Sri Widari; Agrienta Bellanov; Ony Kurniawati; Teofilus Valentino; Brahmana Duta Pramaraja Kusuma; Ivang Eden Septian Lourent Kaka
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34416

Abstract

AbstrakTren gaya hidup sehat mendorong peningkatan konsumsi produk herbal, termasuk jamu serbuk berbasis rempah lokal. Namun, pelaku UMKM seperti SN3 Rempah di Kabupaten Trenggalek menghadapi kendala dalam proses produksi manual, kualitas produk yang belum konsisten, serta strategi pemasaran yang belum optimal. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas, dan daya saing produk mitra melalui penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan digital. Mitra sasaran merupakan unit usaha rumah tangga dengan lima peserta aktif yang terlibat langsung dalam kegiatan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan mesin pengaduk kristalisasi jamu cair menjadi sebuk, praktik pengeringan dan pengemasan, pelatihan manajemen keuangan sederhana, serta pendampingan strategi pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dari 10 kg menjadi 25 kg per minggu, penurunan kadar air produk hingga di bawah 3%, serta peningkatan penjualan dari 40 menjadi 100 botol per bulan. Selain itu, mitra mampu menyusun laporan keuangan sederhana dan mengelola akun digital secara mandiri. Program ini memberikan dampak nyata dalam peningkatan efisiensi produksi, kualitas produk, dan akses pasar, serta memperkuat keberlanjutan usaha mitra. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; jamu serbuk; teknologi tepat guna; pelatihan digital; UMKM Trenggalek AbstractThe healthy lifestyle trend has led to increased demand for herbal products, including powdered herbal drinks made from local spices. However, micro-enterprises like SN3 Rempah in Trenggalek Regency face challenges in manual production, inconsistent product quality, and limited marketing strategies. This community engagement program aimed to enhance production capacity, product quality, and competitiveness through appropriate technology and digital training. The target partner was a home-based business involving five active participants. The methods included socialization, training on the use of a crystallization mixer for liquid herbal processing, hands-on drying and packaging practices, basic financial management workshops, and digital marketing assistance via social media and online marketplaces. The results showed an increase in production capacity from 10 kg to 25 kg per week, reduced moisture content to below 3%, and a rise in monthly sales from 40 to 100 bottles. Additionally, the partner successfully developed simple financial reports and managed digital accounts independently. The program delivered tangible improvements in production efficiency, product quality, and market access, while strengthening the sustainability of the partner’s business. Keywords: community empowerment; powdered herbal drink; appropriate technology; digital training; Trenggalek MSMEs
Pendampingan Batik Tulis Dewi Sri Kabupaten Tuban Melalui Analisis Swot Dan Matriks IFE Dan EFE Untuk Meningkatkan Daya Saing.: Assistance for Dewi Sri Written Batik in Tuban Regency through SWOT Analysis and IFE and EFE Matrices to Increase Competitiveness Dyah Pelita; Ony Kurniawati; Titok Waskito Adi
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v4i1.771

Abstract

Industri batik tulis mempunyai peranan yang penting dalam penyerapan tenaga kerja, pemerataan pendapatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu sektor industri batik yang terkenal di Kec. Kerek Kab. Tuban adalah Batik Tulis Dewi Sri. Masalah dalam penelitian ini adalah Produksi motif batik tulis halus dan motif batik tulis kasar di Batik Tulis Dewi Sri tidak menentu dari tahun ke tahun. Fokus penelitian ini ditujukan pada perkembangan industri batik untuk meningkatkan daya saing yang diterapkan pada usaha batik tulis Dewi Sri Kab. Tuban. Penentuan lokasi dilakukan dengan sengaja (purposive), yaitu di perusahaan batik tulis Dewi Sri Kab. Tuban. Analisis data dilakukan denganmenggunakan analisis SWOT, dan matriks IFE & EFE. Berdasarkan identifikasi kondisi internal dan eksternal pada usaha Batik Tulis Dewi Sri, dapat disimpulkan bahwa kekuatan utama terletak pada Kualitas yang ditawarkan baik serta harga yang bersaing, kelemahan utama terletak pada Kegiatan Promosi yang dilakukan kurang maksimal dan peluang utama yaitu jalinan kerjasama perusahaan dengan konsumen yang baik serta ancaman utama berupa Batik Printing yang lebih murah Perumusan alternatif strategi dengan menggunakan matriks SWOT yaitu dengan (a)Meningkatkan promosi batik tulis di media sosial (b) Mengikuti pameran ataupun bazar untuk meningkatkan jaringan pemasaran (c) Melakukan pemilihan motif batik yang paling laris untuk mengurangi resiko penurunan pendapatan (d) Membuka cabang baru dimana belum ada/masih sedikit pesaing (e) Promosi dimaksimalkan untuk menghadapi kompetitor. Perumusan alternatif strategi berdasarkan matriks IFE & EFE didapatkan bahwa posisi Batik Tulis Dewi Sri terletak pada Kuadran I (Progresif). Strategi yang bisa dilakukan pada kuadran ini adalah memaksimalkan untuk promosi di media sosial, Mempertahankan Variasi motif dan warna yang menarik, Mempertahakan lokasi usaha yang mudah dicapai oleh angkutan umum dan Membuat promo pembelian batik tulis untuk pelanggan, serta Meningkatkan pengawasan produksi untuk menjaga kualitas batik tulis.