Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mengintegrasikan kearifan lokal dalam literasi numerasi dan keuangan: pemanfaatan permainan cukil lidi dalam pengabdian masyarakat Sri Hartatik; Nafiah Nafiah; Pance Mariati; Luluk Khoiriyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35327

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi numerasi dan literasi keuangan masyarakat melalui integrasi permainan tradisional cukil lidi sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Program dilaksanakan di Pondok An-Nahdloh, Tanjung Sepat, Malaysia, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas santri dan masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Permainan cukil lidi dimodifikasi sehingga selain melatih keterampilan berhitung juga digunakan sebagai simulasi transaksi keuangan sederhana, seperti menabung, membuat pos pengeluaran, dan pengelolaan sumber daya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan peserta. Nilai rata-rata numerasi meningkat dari 53,7% menjadi 82,9% (kenaikan 29,3 poin persentase), sedangkan rata-rata literasi keuangan meningkat dari 50,1% menjadi 75,0% (kenaikan 24,9 poin persentase). Selain aspek kognitif, kegiatan ini juga memberikan dampak afektif dan sosial, yaitu meningkatnya motivasi belajar, kerja sama, serta rasa kebersamaan di antara peserta. Respon guru dan masyarakat menunjukkan dukungan penuh, dengan tingkat komitmen mencapai 100% untuk melanjutkan program. Temuan ini menegaskan bahwa permainan tradisional dapat menjadi sarana edukasi yang efektif sekaligus melestarikan nilai budaya lokal. Dengan demikian, pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal memberikan kontribusi ganda, yaitu peningkatan keterampilan numerasi dan literasi keuangan serta penguatan identitas budaya. Program ini berpotensi untuk direplikasi di lembaga pendidikan lain sebagai model pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan.