Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembuatan biogas dari jerami padi dan kotoran sapi di Desa Sumber Jeruk Kecamatan Kalisat Ditta Kharisma Yolanda Putri; Boy Arief Fachri; Zuhriah Mumtazah; Istiqomah Rahmawati; Ansori Ansori; Ratri Sekaringgalih; Merymistika Yufrani Afred; Ocita Galuh Permatasari; Anak Agung Nabilla Azzahrah; Hilda Huril Ainia; Nayyara Aida Buana; Nirina Indi Naraismanti; Putri Ayu Salsabila; Gavinda Tsubutul Akmal; Muhammad Nabil Suryagama; Ilyas Arya Pratama; Dwi Intan Noer Aini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30268

Abstract

AbstrakKrisis energi akibat kelangkaan minyak mentah telah menyebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak dan gas secara signifikan. Untuk menanggulangi dampak tersebut, pemerintah memberikan subsidi LPG kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, realisasinya masih kurang efektif karena tidak tepat sasaran, sehingga menyebabkan keterbatasan ketersediaan LPG bersubsidi. Di sisi lain, limbah biomassa seperti jerami padi dan kotoran sapi yang melimpah di wilayah pedesaan belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan.Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Sumber Jeruk, Kabupaten Jember, dengan tujuan memberikan solusi pemanfaatan limbah biomassa menjadi energi alternatif berupa biogas, sekaligus sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap LPG. Metode yang digunakan dalam produksi biogas adalah fermentasi fed-batch dengan penambahan EM4 sebagai aktivator mikroorganisme.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kombinasi jerami padi dan kotoran sapi mampu menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Selain membantu mengurangi limbah organik, inovasi ini juga berkontribusi dalam mendukung ketahanan energi di tingkat rumah tangga. Pengolahan limbah biomassa menjadi biogas merupakan solusi tepat guna yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam menghadapi keterbatasan energi fosil. Kata kunci: biogas; LPG; limbah jerami padi; kotoran sapi; fermentasi fed-batch. AbstractThe energy crisis due to the scarcity of crude oil has caused a significant increase in the price of fuel oil and gas. To overcome this impact, the government provides LPG subsidies to people with low incomes. However, its realization is still ineffective because it is not on target, resulting in limited availability of subsidized LPG. On the other hand, biomass waste such as rice straw and cow dung which are abundant in rural areas have not been optimally utilized, even though they have great potential as renewable energy sources. This community service activity was carried out in Sumber Jeruk Village, Jember Regency, with the aim of providing a solution for utilizing biomass waste into alternative energy in the form of biogas, as well as an effort to reduce dependence on LPG. The method used in biogas production is fed-batch fermentation with the addition of EM4 as a microorganism activator. The results of the activity show that the combination of rice straw and cow dung is able to produce biogas that can be used as an alternative fuel. In addition to helping reduce organic waste, this innovation also contributes to supporting energy security at the household level. Processing biomass waste into biogas is an appropriate solution that is environmentally friendly and sustainable in overcoming the shortage of fossil fuel energy. Keywords: biogas; LPG; rice straw waste; cow manure; fed-batch fermentation
Microwave-Assisted Transesterification untuk Produksi Biodiesel dari Calophyllum inophyllum L.: Efek Jenis Katalis dan Waktu Transesterifikasi Ansori Ansori
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - November 2025
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v14i2.24837

Abstract

Saat ini permintaan energi meningkat seiring perkembangan perekonomian dan teknologi, tetapi kebutuhan energi masih didominasi oleh bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan dan tidak terbarukan. Oleh karena itu, diperlukan adanya alternatif bahan bakar lain yang dapat diperbarui seperti biodiesel yang akan menggantikan penggunaan bahan bakar fosil (solar). Biodiesel secara komersial diproduksi melalui proses transesterifikasi antara minyak nabati dan metanol dengan adanya katalis, dimana juga dihasilkan produk samping berupa gliserol. Biodiesel dari minyak Calophyllum inophyllum L. dapat memberikan masa depan yang menjanjikan sebagai sumber bahan bakar terbarukan. Untuk meningkatkan yield biodiesel dan laju reaksi, metode microwave dan penambahan katalis digunakan dalam penelitian ini. Penggunaan microwave memberikan perpindahan panas yang lebih efektif karena energi langsung ditransfer ke reaktan dan dapat meminimalkan waktu transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek antara jenis katalis basa heterogen dan waktu transesterifikasi terhadap yield, densitas, dan viskositas biodiesel. Sementara katalis yang digunakan adalah CaO dan CaCO3 dengan waktu transesterifikasi selama 2, 6, 10, 20, dan 30 menit. Waktu optimum untuk semua jenis katalis adalah 10 menit dengan daya 300 Watt dan konsentrasi katalis 1%, dimana diperoleh nilai yield sebesar 78,92% (CaO-kulit telur), 71,07% (CaO-komersial), 65,36% (CaCO3-kulit telur), dan 53,89% (CaCO3-komersial). Produk biodiesel yang sesuai standar SNI dihasilkan pada katalis CaO kulit telur yang mempunyai densitas sebesar 0,8895 g/ml dan viskositas sebesar 5,7003 cSt. Sementara komponen metil ester yang terdeteksi berupa metil palmitat, metil linoleat, metil oleat, metil stearat, dan metil laurat, dimana kandungan terbesar adalah metil oleat sebesar 59,789%.
Optimization of Xylitol Production from Tobacco Stem Using Ultrasound-Assisted Acid Hydrolysis Coupled with Fermentation Yukti Nurani; Bekti Palupi; Diana Madhuri; Diah Tri Wulandari; Ansori Ansori
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i4.6084

Abstract

Tobacco (Nicotiana tabacum L.), as one of the main commodities in East Java Province, where only the leaves are utilized, while the stems become agricultural waste and are often burned, contributes to air pollution. Nonetheless, these tobacco stems possess potential for high-value chemical products, such as xylitol. This study investigated the optimum operating conditions for producing xylitol from tobacco stem waste. The process employed Ultrasound-Assisted Acid Hydrolysis followed by fermentation using Candida tropicalis. Hydrolysis was conducted in an ultrasonic bath that operates at 40 kHz and 50 watts, using 0.1 N H₂SO₄ as the solvent. The resulting hydrolysate was then fermented by adding Candida tropicalis (20 mL per 100 mL substrate) and incubating for 48 hours, 30 °C, 120 rpm shaker. Optimization was conducted utilizing Response Surface Methodology method to assess the interactions between operating variables (temperature, time, and volume of solvent during hydrolysis) and xylitol yield. The study investigated the optimum operating conditions to produce xylitol were 30 °C, 50 minutes, and 150 mL of solvent, yielding xylitol at a concentration of 5.6 g/L.