Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Breastfeeding class dalam meningkatkan asi eksklusif Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Firda Liatanty; Baiq Yulya Sartika Dewi; Pegi Hamistia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32200

Abstract

Abstrak Menyusui sebagai masalah kesehatan masyarakat yang penting dengan implikasi sosial dan ekonomi yang sangat besar. Bayi yang tidak menerima ASI cenderung mengalami kesehatan yang lebih buruk daripada bayi yang menyusu ASI, ibu yang tidak menyusui meningkatkan risiko kesehatan. Tujuan pengabdian ini memperkenalkan Breastfeeding Class Sebagai sehingga meningkatkan pengetahuan tentang ASI Eksklusif ASI Eksklusif. Metode pelaksanaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi, peserta pengabdian adalah 10 ibu menyusui bayi 0-5 bulan, kegiatan pengabdian meliputi: melakukan pemeriksaan tekanan darah, pengkajian efikasi diri menyusui melalui form Breastfeeding Self Efficacy (BSE-SF), edukasi tentang ASI eksklusif dan simulasi gerakan pijat laktasi. Berdasarkan hasil pengabdian mayoritas memiliki anak 1 atau paritas primipara berjumlah 5 (50%), mayoritas Pendidikan sekolah sedang berjumlah 8 (80%), dan mayoritas ibu tidak bekerja berjumlah 9 (90%). Sebelum diberikan penyuluhan rata-rata skor pretest 10 ibu nifas yaitu 63%, dan setelah diberikan penyuluhan hasil postest rata-rata pengetahuan ibu nifas yaitu 82%, menunjukkan ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan tentang ASI eksklusif. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan fisik didapatkan tekanan darah 10 ibu dalam batas normal dan Efikasi menyusui melalui intrumen Breastfeeding Self Efficacy Short form (BSE-SF) didapatkan 10 ibu memiliki efikasi meyusui yang tinggi Kata kunci: pengabdian; ibu nifas; efikasi menyusui; breasfeeding self efficacy; menyusui Abstract Breastfeeding is a major public health issue with significant social and economic implications. Infants who are not breastfed tend to experience poorer health outcomes compared to those who are, and mothers who do not breastfeed face increased health risks. The purpose of this service is to introduce Breastfeeding Class as a way to increase knowledge about Exclusive Breastfeeding. The implementation method adopted an action research approach consisting of four stages: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The participants were 10 breastfeeding mothers with infants aged 0–5 months. The activities included blood pressure checks, assessment of breastfeeding self-efficacy using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSE-SF), education on exclusive breastfeeding, and a simulation of lactation massage techniques.Based on the results, the majority of participants were first-time mothers (primiparous), with 5 out of 10 (50%) having one child. Most of the mothers had a moderate level of education (8 participants or 80%) and were unemployed (9 participants or 90%). Before the educational session, the average pretest score among the mothers was 63%. After the session, the average posttest score increased to 82%, indicating an improvement in knowledge about exclusive breastfeeding. Physical health assessments showed that all 10 mothers had normal blood pressure levels. In addition, the results of the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSE-SF) indicated that all 10 mothers had high breastfeeding self-efficacy. Keywords: community service; postpartum; breastfeeding self-efficacy; breastfeeding
Pendampingan sasaran risiko tinggi ibu hamil melalui OSOC (One Student One Client) Indriyani Makmun; Firda Liantanty; Ana Pujianti Harahap; Rizkia Amilia; Nurul Amelia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Evi Diliana Rospia; Pegi Hamistia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.35922

Abstract

Abstrak Kehamilan berisiko tinggi adalah kehamilan di mana ibu dan bayi yang dikandungnya berada pada risiko yang lebih tinggi dari biasanya, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit atau kematian baik sebelum maupun setelah kelahiran. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini untuk membantu ibu hamil dengan risiko tinggi sejak konsepsi hingga persalinan, nifas, BBL, dan KB. Agar kehamilan, persalinan, pendampingan ini dilakukan mulai dari identifikasi, anamnesis, pemantauan, dan deteksi dini masalah. Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat Pendampingan Sasaran Risiko Tinggi Ibu Hamil Melalui OSOC (One Student One Client) dilaksanakan pada tanggal 19-21 September 2025 yang berlokasi di kelurahan Monjok Kota Mataram dengan jumlah peserta adalah 15 peserta ibu hamil dengan kehamilan risiko tinggi. Semua peserta diberikan lembar posttest untuk mengukur pengetahuan mereka setelah diberikan intervensi berupa materi. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memahami dari materi yang disampaikan oleh tim mengenai kehamilan risiko tinggi dan menunjukan bahwa nilai tertinggi dari tingkat pengetahuan kehamilan risiko tinggi sebanyak 7 orang (70%) memilik pengetahuan yg baik, pengetahuan cukup 3 orang (30%) dan pengetahuan kurang tidak ada. Simpulan dalam kegiatan ini adalah peserta sangat merasakan manfaat dari kegiatan ini, disamping itu kegiatan ini juga untuk menjembatani informasi terbaru berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi oleh ibu hamil tentang skrining kehamilan risiko tinggi. Kata kunci: pengabdian; kehamilan; OSOC; pendampingan; risiko tinggi. Abstract High-risk pregnancy is a pregnancy in which the mother and her unborn baby are at a higher than usual risk, thereby increasing the likelihood of disease or death both before and after birth (Darwati et al., 2022). The purpose of this community service is to assist pregnant women with high risks from conception through delivery, postpartum, newborn care, and family planning. This pregnancy, delivery, and accompaniment are carried out starting from identification, anamnesis, monitoring, and early detection of problems. The Community Service Program activity for Assisting High-Risk Pregnant Women through OSOC (One Student One Client) was conducted on September 19-21, 2025, located in Monjok Sub-District, Mataram City, with a total of 15 participants who were high-risk pregnant women. All participants were given a post-test sheet to measure their knowledge after being provided interventions in the form of materials. The results of the activity showed that most mothers understood the material delivered by the team regarding high-risk pregnancy, indicating that the highest score for high-risk pregnancy knowledge was achieved by 7 people (70%) who had good knowledge, 3 people (30%) had sufficient knowledge, and none had poor knowledge.  The conclusion of this activity is that the participants greatly felt the benefits of this activity; moreover, this activity also serves to bridge the latest information related to the problems faced by pregnant women regarding high-risk pregnancy screening. Keywords: service; assistance; high risk; pregnancy; OSOC.