Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Disiplin dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru di SD Negeri 248 Nuha Nurjannah; Ibrahim Syah; Nur Apriyani
WORKFORCE JOURNAL: Manajemen & Bisnis Vol 1 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia YAPMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui Pengaruh Disiplin dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru di SD Negeri 248 Nuha. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder berupa data yang ada pada lembaga SD 248 Nuha. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru yang ada pada lembaga SD 248 Nuha. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis linier berganda yang termuat pada hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disiplin (X1) dan Motivasi Kerja (X2) terhadap Kinerja Guru (Y) di SD Negeri 248 Nuha berpengaruh secara simultan dengan hasil F hitung sebesar 40,020 > dari F Tabel 3,12. Konstanta menunjukkan hasil 2,613 artinya secara metamatis apabila variabel-variabel bebas disiplin dan motivasi kerja tidak ada atau masing-masing nilainya 0, maka kinerja guru = 2,613 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Yang artinya secara simlutan pengaruh Disiplin dan Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja guru di SD Negeri 248 Nuha
Analisis Implementasi Motivasi Berprestasi Antara ASN dan Tenaga Honorer di Kantor BPPMPV KPTK Gowa Nur Laela Risal; Adrianah; Nur Apriyani
WORKFORCE JOURNAL: Manajemen & Bisnis Vol 2 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia YAPMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber  daya  manusia  sangat  berpengaruh  terhadap  organisasi  atau  instansi  dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Untuk tercapainya tujuan perusahaan yang telah di  tetapkan Instansi  harus  mampu  memperhatikan  perkembangan  karir  dan  motivasi kerja pegawai demi  untuk mencapai hasil kinerja yang maksimal.Penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan peristiwa maupun fenomena yang terjadi di lapangan dan menyajikan data secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta atau fenomena yang terjadi di lapangan tentang Analsis Implementasi Motivasi Berprestasi Antara ASN dan Tenaga Honorer. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi Sebanyak 20 pegawai yang diajdikan sebagai responden.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi motivasi berprestasi antara ASN dan Tenaga Honorer dikantor BPPMPV KPTK Gowa sudah tidak terdapat  perbedaan kesetaraan kinerja.    
RELASI YAYASAN DAN MANAJEMEN TAMAN KANAK KANAK AL FATIHAH KOTA MAKASSAR DALAM MENUNJANG MUTU PENDIDIKAN sumarni liambana; Edi Jusriadi; Nur Apriyani
WORKFORCE JOURNAL: Manajemen & Bisnis Vol 2 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia YAPMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan taman kanak-kanak (TK) adalah pendidikan dimana anak untuk mempersiapkan diri untuk ke jenjang selanjutnya.TK adalah di mana anak- anak untuk belajar dari dasar belajar mengenali benda-benda mati benda hidup dan mengenali huruf-huruf,gambar dan mewarnai. Belajar di tanamkan fisik motorik dan nilai-nilai keislaman. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan kualitatif dalam hal ini sesungguhnya adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif berupa kata -kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Berdasarkan hasil penelitian peran manajemen sekolah dalam menunjang mutu pendidikan di TK Al Fatihah belum maksimal di sebabkan karena adanya peran yayasan yang mengambil ahli manajemen sekolah sehingga bisa berpengaruh dengan pembelajaran di sekolah dan kinerja pendidik yang susah untuk mengadu ke yayasan mengenai manajemen sekolah. Dari hasil ini peneliti tidak mendapatkan adanya perubahan di manajemen sekolah karena keterkaitan yayasan yg masi ikut campur mengenai manajemen sekolah sehingga hasil penelitian yang di dapat adalah dasar hukum yang mengatur tentang yayasan sudah ada, akan tetapi belum di laksanakan dengan baik karena masi ada peran ganda antara yayasan dan manajemen sekolah untuk mengelolah sekolah. peran yayasan dalam manajemen sekolah tidak berjalan dengan baik karena adanya peran ganda antara yayasan dan manajemen sekolah.
Pengembangan Intelektual Kapital Instruktur dalam Meningkatkan Kepuasan Pelanggan pada Theo Music School Makassar Memelyn Tan Asdani; Edi Jusriadi; Nur Apriyani
WORKFORCE JOURNAL: Manajemen & Bisnis Vol 3 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia YAPMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan intelektual kapital instruktur yang terdiri dari human capital, structural capital, dan relational capital berperan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan pada Theo Music School Makassar. Intelektual kapital menjadi salah satu aset penting dalam institusi pendidikan nonformal seperti sekolah musik, di mana kualitas layanan sangat bergantung pada kemampuan dan hubungan interpersonal instruktur dengan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari instruktur, manajemen sekolah, dan pelanggan (orang tua dan murid). Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan intelektual kapital instruktur secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan pelanggan. Human capital dikembangkan melalui pelatihan rutin dan peningkatan kompetensi individu. Structural capital diperkuat dengan penyusunan kurikulum yang sistematis dan metode ajar yang adaptif. Sementara itu, relational capital dibangun melalui komunikasi yang baik, sikap profesional, dan kedekatan emosional dengan pelanggan. Seluruh aspek tersebut berperan dalam menciptakan pengalaman belajar yang positif dan meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap Theo Music School Makassar.
Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Sudiang Raya Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar mutmainnah; Nurlina; Nur Apriyani
WORKFORCE JOURNAL: Manajemen & Bisnis Vol 3 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia YAPMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the quality of public services, factors, and levels of public satisfaction with services received at the Sudiang Raya Village Office, specifically based on the dimensions of public service quality, namely tangibles (kenampakan fisik), reliability (keandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (jaminan), and empathy (empati). This study uses a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through direct observation and direct interviews with respondents. The results show that the quality of public services at the Sudiang Raya Village Office demonstrates a commitment to improvement, although not yet fully optimal, with strengths and weaknesses in the five dimensions of SERVQUAL: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Physical facilities are quite adequate but need to be updated, while limited human resources hamper the speed of service even though procedures have been attempted to run well. Friendliness, professionalism, and the implementation of "smile, greet, and to address" are positive values, but their consistency is not evenly distributed. The main obstacles include the lack of facilities such as computers and printers, differences in perceptions regarding the completeness of documents, and workloads that are not commensurate with the number of employees. To improve overall quality, it is necessary to add and rejuvenate infrastructure, train staff, improve structures and management to be more responsive, digitize services, and strengthen communication and consistently socialize procedures to align expectations and the reality of service.