Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Text mining and semantic modeling of literary corpora: a machine learning–based study of Indonesian fiction Rinda Widya Ikomah; Zohaib Hassan Sain
Lingua Technica: Journal of Digital Literary Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Literature and computation: mapping, modeling, and mediation
Publisher : Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal LPTNU (ARJUNU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/lingtech.v2i1.133

Abstract

Background: The large-scale digitization of Indonesian literary works has produced extensive textual corpora that challenge conventional close-reading approaches and call for systematic, data-driven methods capable of capturing thematic, semantic, and affective patterns in fiction. Objective: This study aims to examine how text mining and semantic modeling can reveal lexical salience, intertextual relations, and narrative emotion in Indonesian fiction across different thematic orientations. Method: Using a quantitative corpus-based design, the study analyzes 36 Indonesian literary texts published between 1980 and 2022 through TF–IDF–based lexical analysis, document-level semantic embeddings with cosine similarity and clustering, and sentence-level sentiment analysis. Results: The findings show distinct lexical signatures that differentiate thematic clusters, coherent semantic groupings reflecting intertextual proximity, and sentiment trajectories dominated by neutral-to-negative polarity with strategically placed affective peaks across narrative progression. Implication: These results demonstrate that computational methods can empirically support literary analysis without displacing interpretive criticism. Novelty: The study integrates lexical, semantic, and affective modeling within a unified framework for Indonesian fiction, offering a scalable and replicable approach to digital literary studies.
Pembuktian Satir dalam Antologi Lengkap Cerpen A.A. Navis Aliurridha; Rinda Widya Ikomah
MABASAN Vol. 19 No. 1 (2025): Mabasan 19 (1)
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v19i1.1024

Abstract

A.A. Navis telah lama dikenal sebagai pengarang yang mengaplikasikan satir dalam karya-karyanya. Bahkan, sayembara kritik sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengambil “Satirisme Navis” sebagai tema yang kemungkinan besar disebabkan mode komunikasi yang diartikulasikan Navis dalam bersusastra. Sayangnya, sampai saat ini belum ada satu pun temuan akademis yang membuktikan kebenaran satir dalam karya-karya Navis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kebenaran satir dalam Antologi Lengkap Cerpen A.A. Navis yang merangkum karir kepengarangan Navis dalam kurun waktu 1955—2002. Dengan terlebih dahulu membangun kerangka teoretis, penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan akademis yang sebelumnya diterima, tanpa dipertanyakan kembali, sebagai sebuah kebenaran. Data dalam penelitian ini berupa 68 cerpen yang terangkum dalam antologi ini. Analisis data menggunakan metode pembacaan dekat yang diperkaya dengan analisis isi. Hasil penelitian mengungkap cerpen-cerpen Navis terbagi dalam kategori satir sebagai genre, satir sebagai mode atau satir yang lemah, dan satir yang tidak terlihat seperti satir. Namun, lebih banyak dari setiap kategori di atas adalah cerpen realis serius, yang kurang tepat jika diklasifikasikan sebagai satir.