Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Mata Pelajaran IPS Terpadu di SD/MI Selvi Melani; Nurul Fadilah; Tria Aulia Maulidah; Oman Farhurrohman
Journal on Education Vol. 8 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 8 Nomor 2 Desember - Februari 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v8i2.8672

Abstract

Low student interest and learning outcomes in Integrated Social Studies subjects in Elementary Schools/Islamic Elementary Schools are often caused by conventional learning approaches and a lack of active student involvement. The Problem Based Learning (PBL) model offers a solution through contextual problem solving. This study aims to analyze the implementation of the PBL model in Integrated Social Studies learning in Elementary Schools/Islamic Elementary Schools and identify its impact on student learning outcomes. This study uses a literature study method by analyzing various relevant journal articles, books, and scientific publications published in 2018-2023. The results of the analysis show that the application of PBL in Integrated Social Studies is effective in improving students' conceptual understanding, critical thinking skills, collaboration, and learning motivation. PBL stages such as problem orientation, learning organization, independent inquiry, development and presentation of results, as well as analysis and evaluation, are successfully applied in the context of local problems close to students' lives.
Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Karakter Religius Siswa Sekolah Dasar Annisa Syukriyah Jabrani; Titi Nofita; Nur Aeni; Nurul Fadilah; Mansur Mansur
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah pembelajaran yang dirancang untuk mengajarkan prinsip-prinsip Islam baik di dalam maupun di luar ruang kelas. Melalui penanaman nilai-nilai moral, etika, dan spiritual, PAI memainkan peran penting dalam membentuk karakter keagamaan siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik yang mendukung dan menghambat pengaruh pembelajaran PAI terhadap karakter keagamaan siswa. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dari buku-buku referensi, publikasi ilmiah, dan penelitian-penelitian sebelumnya. Metode deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Menurut penelitian tersebut, pendidikan agama Islam (PAI) dapat menumbuhkan ketaatan kepada Allah, rasa syukur, ketulusan, kesabaran, kepercayaan kepada Allah, kejujuran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Lingkungan sosial, dukungan keluarga, rutinitas sekolah, dan teladan guru semuanya berperan dalam pembentukan karakter keagamaan yang efektif. Oleh karena itu, PAI merupakan titik awal yang esensial dalam membesarkan generasi yang taat, berakhlak mulia, dan saleh dalam kehidupan sehari-hari.
Inklusi di Atas Kertas: Hambatan dan Tantangan Implementasi Pendidikan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas Ainul Nurmala Suryani; Nurul Fadilah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.15174

Abstract

Inclusive education is an approach aimed at ensuring equal access to education for all learners, including students with disabilities. This study aims to examine the social construction of disability within the practice of inclusive education in Indonesia by analyzing policy aspects, human resources, infrastructure, and socio-cultural factors. The research employs a qualitative method using a library research approach, drawing on relevant scientific literature. The findings indicate a significant gap between existing regulations and their implementation in practice. In addition, limited teacher competencies in handling students with special needs and inadequate accessible facilities remain major obstacles. Social factors, particularly societal stigma toward persons with disabilities, also hinder the creation of an inclusive educational environment. These findings suggest that the implementation of inclusive education in Indonesia is still not optimal and, in some cases, remains largely administrative in nature. Therefore, a comprehensive and collaborative effort from various stakeholders is required to develop a more inclusive, equitable, and sustainable education system.