Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kajian Literature Review Pemasaran Komoditas Kedelai di Indonesia Putra Irwandi; Mia Wananda Varwasih; Muhammad Yusuf Ibrahim
ASA : Agribusiness and Sustainable Agriculture Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas strategis dalam penyediaan pangan, sumber makanan pokok manusia dan ternak, bahan baku industri selain padi dan jagung. Namun, kondisi saat ini menunjukkan bahwa pemasaran komoditas kedelai masih sangat panjang, rantai pemasaran yang tidak efektif, dan kondisi impor kedelai yang tidak optimal menjadi kendala tersendiri. Penelitian ini akan mengkaji secara detail terkait dengan pemasaran komoditas kedelai di Indonesia khususnya berkaitan erat dengan saluran pemasaran, aktor pemasaran, dan hambatan pemasaran kedelai di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada pengumpulan data sekunder dari artikel relevan dengan rentang tahun 2019-2024 dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa masih banyak ditemukan ragam saluran distribusi yang melibatkan petani, pengepul, pedagang besar, koperasi, agen, hingga industri pengolahan yang menyebabkan tidak efektifnya rantai pemasaran kedelai di Indonesia. Tidak hanya itu, panjangnya rantai nilai, lemahnya posisi tawar petani, serta marjin pemasaran yang tidak proporsional menjadi hambatan yang dirasakan oleh petani. Diharapkan perlunya regulasi dan kebijakan pemerintah dalam upaya optimalisasi pemasaran komoditas kedelai di Indonesia
Pendampingan Pembuatan Media Hidroponik Sederhana Untuk Menumbuhkan Kesadaran Peduli Lingkungan Pada Anak Munawarah; Putra Irwandi; Ninda Novita; M Izhar; Surya Sevi Wijayana Lumban Tobing
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1181

Abstract

Pembuatan media hidroponik merupakan budidaya tanpa air dengan memanfaatkan lahan yang terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Yayasan Sedekah Jariyah Indonesia untuk menjawab permasalahan rendahnya edukasi lingkungan yang aplikatif, minimnya pemanfaatan limbah botol plastik, serta kurangnya keterampilan bercocok tanam pada anak-anak. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran peduli lingkungan sejak dini melalui penerapan pertanian perkotaan berbasis botol plastik bekas. Metode pengabdian yang dilakukan adalah pendampingan secara langsung melalui presentasi media visual, dan praktik sederhana bersama peserta pengabdian. Evaluasi kegiatan dilakukan didasarkan pada hasil pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai komponen hidroponik serta keterampilan dalam mengolah botol plastik menjadi media tanam, menanam, dan merawat tanaman. Dalam jangka panjang, secara implementatif terbentuknya kebun edukatif berbasis botol bekas dalam mendukung pembelajaran berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif dan keterampilan psikomotorik peserta, tetapi juga menumbuhkan karakter peduli lingkungan dan tanggung jawab terhadap pengelolaan sampah.
Pelatihan Analisis Bibliometrik sebagai Peningkatan Kompetensi dan Kemampuan Publikasi Artikel Mahasiswa Putra Irwandi
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1224

Abstract

Penyusunan publikasi merupakan salah satu faktor penting dalam perjalanan akademik seorang mahasiswa, baik berupa penelitian primer ataupun pencarian literatur ilmiah dari berbagai sumber database. Kegiatan pengabdian ini dilakukan berupa pelatihan dan pendampingan secara daring penulisan artikel ilmiah dengan menggunakan bibliometrik analisis dengan tujuan peningkatan kompetensi dan penguatan publikasi pada mahasiswa. Pelatihan dilakukan secara daring melalui media zoom meeting kepada mahasiswa yang memiliki ketertarikan untuk belajar bibliometrik. Bahasan utama yakni pemarapan materi bibliometrik, dilanjutkan dengan pendampingan pencarian literatur kunci dan penggunaan softwere R-Studio dan Vos Viewer. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari hasil evaluasi pre-test dan post-test yang dilaksanakan dari yang semula 31,71% menjadi 93,5%. Harapannya, dalam jangka panjang pelatihan ini dilaksanakan dengan versi yang berbeda menggunakan alat analisis terbaru, sehingga kompetensi mahasiswa untuk publikasi ilmiah terus meningkat.
Pengaruh Faktor Keluarga dan Teman Sebaya terhadap Motivasi Generasi Muda Bekerja di Sektor Pertanian Putra Irwandi; Ninda Novita
AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/agritekh.v7i1.2016

Abstract

The negative perception among young people regarding work in the agricultural sector is high. Agriculture is viewed as dirty, offering no promise of prosperity, and is predominantly associated with low motivation. This study aims to analyze how family and peer factors influence young people’s motivation to work in the agricultural sector. The approach used in this study is a quantitative descriptive analysis of 169 respondents university studentsselected via purposive sampling through the distribution of an online questionnaire (Google Form). The research variables family support (X1) and peer support (X2) were measured using a 1–5 Likert scale, while motivation (Y) was coded as a dummy variable (1 = high and 0 = low). Data analysis employed binary logistic regression using Microsoft Excel and SPSS version 25. The results indicate that the family support variable has a positive and significant influence on the motivation of the younger generation to work in the agricultural sector. Meanwhile, the peer support variable does not have a significant influence on motivation to work in the agricultural sector. It is hoped that internal environments such as families and external parties, including the government, the community, and peers, can enhance the motivation of the younger generation in the agricultural sector through various programs and guidance relevant to the progress of the times in the future.  
Women's Empowerment and Gender Equality in Downstream Coffee: Through the Women's Empowerment in Agriculture Index (WEAI) Framework Ninda Novita; Putra Irwandi; Fayi Afifah
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24158

Abstract

Women have a strategic role in the development of agribusiness, especially in the downstream coffee sector. The Coffee Village Center in Nagari Koto Tuo, Tanah Datar Regency is a unique area because the black coffee business is managed by women for generations in the matrilineal kinship system. This study aims to analyze the level of women's empowerment and gender equality in black coffee entrepreneurial households using the Women's Empowerment in Agriculture Index (WEAI) framework. The research method used a quantitative approach with census techniques on 160 women entrepreneurs. Data were collected through structured interviews using questionnaires and analyzed using 5 indicators of Domains of Empowerment (5DE) and Gender Parity Index (GPI). The results showed that the level of women's empowerment had a score of 5DE of 0.59 which was included in the category of quite empowered. Women have played a role in production decision-making, income management, and social activities, but are still limited to formal credit access, asset ownership, and workload. Meanwhile, a GPI value of 0.51 indicates that gender equality in households has not been fully achieved. Overall, the WEAI value of 0.834 indicates that the level of women's empowerment is in the good category, although there is still a latent gender gap. These findings confirm that the increase in women's empowerment has not been fully followed by gender equality in entrepreneurial households.