Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INOVASI OLAHAN TERPADU KELAPA UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA PEKIK NYARING PROVINSI BENGKULU Fayi Afifah; Gita Mulyasari; Nola Windirah; Ridha Rizki Novanda; Agung Trisusilo; Priyono Prawito
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pekik Nyaring di Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, memiliki potensi komoditas kelapa yang besar, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan bahan mentah dengan nilai tambah rendah. Selain itu, limbah kelapa seperti tempurung dan sabut belum dimanfaatkan secara optimal sehingga menimbulkan permasalahan ekonomi dan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas masyarakat dalam pengolahan terpadu kelapa berbasis konsep zero waste untuk meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober 2025 dengan sasaran aparat desa dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Pekik Nyaring sebanyak 15 orang. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, penerapan teknologi tepat guna, serta pendampingan kelembagaan dan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai diversifikasi produk kelapa, seperti Virgin Coconut Oil (VCO), santan, arang, briket, cocopeat, dan produk kerajinan berbasis limbah kelapa. Program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah dan pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan. Selain berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga, kegiatan ini turut memperkuat peran perempuan dalam kegiatan ekonomi produktif dan mendukung pengembangan ekonomi desa yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Women's Empowerment and Gender Equality in Downstream Coffee: Through the Women's Empowerment in Agriculture Index (WEAI) Framework Ninda Novita; Putra Irwandi; Fayi Afifah
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24158

Abstract

Women have a strategic role in the development of agribusiness, especially in the downstream coffee sector. The Coffee Village Center in Nagari Koto Tuo, Tanah Datar Regency is a unique area because the black coffee business is managed by women for generations in the matrilineal kinship system. This study aims to analyze the level of women's empowerment and gender equality in black coffee entrepreneurial households using the Women's Empowerment in Agriculture Index (WEAI) framework. The research method used a quantitative approach with census techniques on 160 women entrepreneurs. Data were collected through structured interviews using questionnaires and analyzed using 5 indicators of Domains of Empowerment (5DE) and Gender Parity Index (GPI). The results showed that the level of women's empowerment had a score of 5DE of 0.59 which was included in the category of quite empowered. Women have played a role in production decision-making, income management, and social activities, but are still limited to formal credit access, asset ownership, and workload. Meanwhile, a GPI value of 0.51 indicates that gender equality in households has not been fully achieved. Overall, the WEAI value of 0.834 indicates that the level of women's empowerment is in the good category, although there is still a latent gender gap. These findings confirm that the increase in women's empowerment has not been fully followed by gender equality in entrepreneurial households.