Armin Tedy
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literasi Moderasi Beragama (Urgensi dan Implementasi dalam Pendidikan Era 4.0 dan 5.0) Armin Tedy
AL Maktabah Vol 7, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v7i2.2765

Abstract

Fanatisme agama yang tinggi, menjadikan kekerasan sebagai alat radikalisasi dalam mengaktualisasikan ideologi agama. Radikalisme yang mengarah pada terorisme menjadi masalah penting bagi umat islam saat ini. Hal ini diakibatkan karena tidak adanya pondasi berpikir dan berperilaku dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Radikalisme semakin meluas di Indonesia menjadikan agama sebagai alat propaganda untuk perubahan sosial atau reformasi politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan. Sehingga Literasi moderasi beragama begitu urgen dalam mengcunter faham Radikalisme dan Fanatisme agama yang tinggi yang tidak hanya merebak ditengah masyarakat, tetapi sudah mulai masuk kedalam dunia pendidikan, yang menjadikan kekerasan sebagai alat dalam mengaktualisasikan fahamnya. Sedangkan era globalisasi cukup menjadi penghambat besar dalam mengoptimalisasikan implementasi moderasi dalam pendidikan karena pengaruh arus teknologi yang tidak mampu dikendalikan. Sehingga pendidikan berbasis moderasi beragama sangat urgen dalam diintegrasi revolusi industri 4.0 dan society 5.0
Jejak Benteng Peninggalan Inggris Di Bengkulu (Tinjauan Historis- Filosofis) Armin Tedy; Arum Puspitasari; Elvira Purnamasari
AL Maktabah Vol 10, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v10i1.3718

Abstract

Penelitian ini membahas keberadaan tiga benteng tinggalan kolonial Inggris di Bengkulu, yaitu Benteng Marlborough, Benteng Anna, dan Benteng Linau, dalam perspektif historis dan filosofis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah yang melibatkan tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Fokus utama adalah menganalisis pelestarian fisik dan pemaknaan filosofis dari ketiga benteng tersebut di tengah masyarakat lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa Benteng Marlborough masih berdiri kokoh dan dimaknai sebagai simbol perlawanan terhadap kolonialisme serta dijadikan ikon wisata Kota Bengkulu. Benteng Anna mengalami kerusakan berat akibat penjarahan dan dianggap sebagai bentuk penolakan masyarakat terhadap kembalinya kekuasaan kolonial. Sementara itu, Benteng Linau sudah tidak tersisa secara fisik dan keberadaannya mulai diliputi mitos masyarakat sebagai bentuk perlindungan dari eksploitasi liar. Ketimpangan dalam pelestarian fisik berdampak langsung pada hilangnya nilai filosofis yang melekat. Penelitian ini menegaskan pentingnya revitalisasi nilai-nilai historis-filosofis sebagai bagian dari upaya pelestarian cagar budaya tinggalan kolonial yang masih tersisa di Indonesia, khususnya Bengkulu.