Yunus Winoto
Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Padjadjaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Reproduksi Folklor dan Permainan Rakyat sebagai Bahan Pembelajaran Pengetahuan Lokal di Perpustakaan Evi Nursanti Rukmana; Kusnandar Kusnandar; Yunus Winoto; Samson CMS
AL Maktabah Vol 8, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v8i2.2656

Abstract

Folklor dan permainan tradisional merupakan budaya tak benda Indonesia yang akan hilang sehingga harus dideminasikan kepada pengguna melalui perpustakaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana reproduksi folklor dan permainan tradisional dalam konsep GLAM melalui film animasi dan video games. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian, reproduksi folklor dalam film animasi terdiri dari pengembangan, produksi, post-production, dan tahap uji coba. Kegiatan pengembangan adalah mengumpulkan ide. Kegiatan produksi terdiri dari modeling dan texturing, rigging, tracking camera, pencahayaan, dan pengaturan kamera. Post-production terdiri dari komposisi dan pengeditan video, rendering, dan video code composition determination. Uji coba film animasi penting dilakukan untuk mengetahui hasil film animasi yang ditayangkan, pemahaman konten cerita, pesan cerita, tampilan animasi, dubbing, dan kelayakan distribusi film animasi. Pembuatan video games terdiri dari proses produksi, hasil repoduksi, dan uji coba. Kegiatan produksi antara lain konsep dalam seni, pembuatan sprite sheet animation, desain lingkungan, pengembangan permainan, interface design, dan pemilihan audio. Hasil produksi video games dianalisis sebagai uji coba produk untuk mengetahui keefektifan video games kepada pengguna. Pustakawan dapat mengumpulkan folklor dan permainan rakyat dan membuatkan film animasi dan video games. Film animasi dan video games sebagai koleksi digital perpustakaan. Perpustakaan dapat mereproduksi folklor dan permainan tradisional ke dalam desain yang menarik melalui kolaborasi antara pustakawan, filologi, sarjana ilmu komputer, sarjana komunikasi visual, dan musikus. Pustakawan dapat menerapkan reproduksi folklor dan permainan rakyat dalam membuat media pembelajarn bagi pemustaka.