Yunus Winoto
Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Bandung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Bibliometrik: Perkembangan Tren Penelitian Literasi Digital di Perguruan Tinggi dalam Database Scopus (2014 - 2023) Latifah, Siti Rina; Winoto, Yunus; Khadijah, Ute Lies Siti
IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v18i2.21627

Abstract

Bidang pendidikan di perguruan tinggi menghadapi tantangan besar terkait literasi digital. Sebagai tempat pembelajaran yang berkualitas, perguruan tinggi dituntut agar meningkatkan kemampuan literasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Hal tersebut sejalan dengan urgensi literasi digital di perguruan tinggi. Penelitian bertujuan mengetahui: (1) perkembangan tren publikasi; (2) jurnal inti; (3) peneliti produktif; (4) sebaran subjek area penelitian; (5) sebaran negara; (6) pemetaan pengetahuan untuk melihat bagaimana struktur pengetahuan literasi digital di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis bibliometrik menggunakan bantuan software VOSviewer. Penelitian tentang literasi digital di perguruan tinggi pada database Scopus dalam rentang waktu 2014-2023 mengalami pertumbuhan yang signifikan. Namun tahun 2014-2016 mengalami penurunan dan kenaikan kembali pada 2016 hingga 2021. Selanjutnya, mengalami penurunan kembali pada 2022 dan kenaikan lagi pada 2023 hingga saat ini. Dari 646 dokumen dihasilkan 56 kata kunci yang terhubung satu sama lain dan terbagi dalam 5 klaster. High educations, Covid-19, pandemic,  educational innovation, digital competencies, digital transformation, dan student adalah kata kunci paling terbaru dari penelitian literasi digital di perguruan tinggi selama 10 terakhir. Education and Information Technologies merupakan jurnal yang paling banyak dikutip. Penelitian tentang literasi digital di perguruan tinggi mengalami banyak perkembangan seiring berkembangnya teknologi dan konsep pengetahuan.
Thematic evolution of information literacy from core competency to digital strategy (2014-2024) Rully Khairul Anwar; Yunus Winoto; Widia Lestari
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 21 No 2 (2025): December
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v21i2.18203

Abstract

Introduction. The lack of comprehensive and up-to-date bibliometric studies may lead to gaps in understanding global library information literacy trends. This study aims to trace these trends for 2014–2024, identify key research topics, and map the most productive authors and countries. Research Methods. This study used bibliometric analysis of 951 scientific articles indexed by Scopus. Data Analysis. Data was extracted and analyzed using Biblioshiny software. Results. The findings reveal a significant thematic shift towards digital transformation, with 'digital literacy' and 'digital libraries' emerging as motor themes that drive the research field. The United States is identified as the most productive country, while Goh Dion Hoe-Lian and Guo Yan Ru are the most influential authors. Conclusion. This study concludes that information literacy has evolved from a foundational skill into a strategic component integrated with digital library services. The novelty lies in its comprehensive 11-year mapping, which quantitatively demonstrates the field's structural evolution and identifies the core, niche, and emerging research clusters, providing a definitive map of the intellectual landscape.
Trends and evolution mapping of university library collaboration research Sani Zulviah; Agus Rusmana; Yunus Winoto
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 21 No 2 (2025): December
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v21i2.18229

Abstract

Introduction. Collaboration among libraries is essential for addressing resource and collection limitations, and supporting the optimization of research and technology-based services. Using a bibliometric approach, this study analyzes research performance and science mapping related to university library collaboration Research Methods. This research used a quantitative method and a bibliometric approach, applying the PICO framework search strategy in the Scopus database. The strategy produced two main keywords, “collaboration” and “university libraries.” The initial search yielded 3,424 documents. Based on inclusion and exclusion criteria, the selection process resulted in 2,312 final documents for analysis. The researcher cleaned the metadata using OpenRefine, particularly in the keywords section, to ensure accuracy before analysis. Data Analysis. The analysis used VOSviewer and Biblioshiny to map research performance and science mapping. Results. The findings reveal a fluctuating publication trend, peaking in 2019, with Anglada L identified as the author with the highest citation count. Science mapping indicates five stages of research evolution, focusing on collaboration and cooperation in university libraries. Conclusion. Higher education library collaboration has evolved from traditional services toward technology integration and cross-sector collaboration, with research opportunities in information literacy, digital collection management, and research data management to strengthen its global role.
Reproduksi Folklor dan Permainan Rakyat sebagai Bahan Pembelajaran Pengetahuan Lokal di Perpustakaan Evi Nursanti Rukmana; Kusnandar Kusnandar; Yunus Winoto; Samson CMS
AL Maktabah Vol 8, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v8i2.2656

Abstract

Folklor dan permainan tradisional merupakan budaya tak benda Indonesia yang akan hilang sehingga harus dideminasikan kepada pengguna melalui perpustakaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana reproduksi folklor dan permainan tradisional dalam konsep GLAM melalui film animasi dan video games. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian, reproduksi folklor dalam film animasi terdiri dari pengembangan, produksi, post-production, dan tahap uji coba. Kegiatan pengembangan adalah mengumpulkan ide. Kegiatan produksi terdiri dari modeling dan texturing, rigging, tracking camera, pencahayaan, dan pengaturan kamera. Post-production terdiri dari komposisi dan pengeditan video, rendering, dan video code composition determination. Uji coba film animasi penting dilakukan untuk mengetahui hasil film animasi yang ditayangkan, pemahaman konten cerita, pesan cerita, tampilan animasi, dubbing, dan kelayakan distribusi film animasi. Pembuatan video games terdiri dari proses produksi, hasil repoduksi, dan uji coba. Kegiatan produksi antara lain konsep dalam seni, pembuatan sprite sheet animation, desain lingkungan, pengembangan permainan, interface design, dan pemilihan audio. Hasil produksi video games dianalisis sebagai uji coba produk untuk mengetahui keefektifan video games kepada pengguna. Pustakawan dapat mengumpulkan folklor dan permainan rakyat dan membuatkan film animasi dan video games. Film animasi dan video games sebagai koleksi digital perpustakaan. Perpustakaan dapat mereproduksi folklor dan permainan tradisional ke dalam desain yang menarik melalui kolaborasi antara pustakawan, filologi, sarjana ilmu komputer, sarjana komunikasi visual, dan musikus. Pustakawan dapat menerapkan reproduksi folklor dan permainan rakyat dalam membuat media pembelajarn bagi pemustaka.
Peran pustakawan sebagai knowledge broker dalam mewujudkan inklusi sosial melalui program pustaka bergerak (puber) di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Syahla Nurlaeli Rahmi; Yunus Winoto; Asep Saeful Rohman
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 14 No. 1: Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v14i1.20319

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran pustakawan sebagai knowledge broker dalam program Pustaka Bergerak (PUBER) di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Indonesia. Program ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara pengetahuan ilmiah pertanian dengan kebutuhan praktis petani melalui layanan literasi berbasis inklusi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan lima informan kunci: pustakawan pelaksana, manajer perpustakaan, penyuluh pertanian, dan mitra perpustakaan desa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan teori knowledge brokerage Meyer dan model SECI Nonaka & Takeuchi. Temuan menunjukkan pustakawan menjalankan tiga fungsi knowledge broker: identifikasi dan lokalisasi pengetahuan melalui kolaborasi dengan penyuluh; redistribusi dan diseminasi melalui brosur, leaflet, infografis, dan repositori digital; serta transformasi pengetahuan ilmiah menjadi format praktis melalui penyederhanaan bahasa dan praktik langsung. Proses konversi pengetahuan SECI terjadi secara dinamis: sosialisasi melalui praktik lapangan, eksternalisasi melalui pendokumentasian pengalaman menjadi brosur dan modul, kombinasi melalui integrasi berbagai sumber informasi ke dalam repositori, dan internalisasi saat petani mengaplikasikan pengetahuan secara mandiri, terbukti dengan peningkatan kemandirian dan kegiatan ekonomi produktif. Penelitian menyimpulkan pustakawan berperan sebagai knowledge broker strategis dalam mewujudkan inklusi sosial, mentransformasi pengetahuan ilmiah menjadi keterampilan praktis yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana dibuktikan dengan penghargaan program sebagai inovasi layanan publik.