Hasan Irfanul'Alim Maulana
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Estetika Vokal Ronggeng Gunung Gaya Bi Raspi: Analisis Musikal pada Repertoar Lagu Rajapulang Hamdah Hafidah Hafidah; Iwan Gunawan; Engkur Kurdita; Arif Rachman Hakim; Hasan Irfanul'Alim Maulana
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji estetika vokal Ronggeng Gunung gaya Bi Raspi melalui analisis musikal pada repertoar Rajapulang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik dokumentasi audio, analisis auditif, serta pengukuran frekuensi menggunakan perangkat lunak Sonic Visualiser yang kemudian dikonversi kedalam satuan cent untuk mengidentifikasi kecenderungan interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem nada pada lagu Rajapulang memiliki tujuh nada utama dengan rentang sekitar satu oktaf (±1200 cent) dan pola interval yang tidak seragam, sehingga tidak mengikuti sistem temperasi sama maupun belum dapat dipetakan secara pasti ke dalam laras baku karawitan Sunda. Analisis melodi memperlihatkan dominasi pola melismatis dan neumatis dengan penggunaan ornamentasi seperti melisma, portamento, dan scatting, sementara pembawaan tempo menunjukkan fleksibilitas ritmis yang mencerminkan karakter sekar irama merdeka (rubato). Dari aspek produksi suara, gaya vokal Bi Raspi ditandai oleh timbre yang ringan dan natural, artikulasi jelas, kecenderungan karakter ujaran (speech-like singing), penggunaan register campuran pada wilayah tengah hingga atas, serta ornamentasi khas Bi Raspi yang disebut dengan istilah geureuleung. Temuan ini menunjukkan bahwa estetika vokal Ronggeng Gunung terbentuk melalui interaksi antara sistem nada yang fleksibel, kelenturan melodi dan ritme, serta karakter produksi vokal yang natural dan ekspresif. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris awal terhadap dokumentasi dan pemahaman sistem nada serta gaya vokal dalam tradisi Ronggeng Gunung, serta membuka kemungkinan untuk mengkaji secara lebih lanjut yang mencakup lebih banyak repertoar dan perbandingan antar penyanyi untuk memperoleh gambaran sistem laras yang digunakan dalam tradisi Ronggeng Gunung secara lebih komprehensif.
The Richness of Vocal Ornamentation in Lagu Gedé: A Case Study of Nunung Nurmalasari’s Performance of  "Sungsang” Song Lusyana Lusyana; Toni Setiawan Sutanto; Rita Tila; Hasan Irfanul'Alim Maulana
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the richness of vocal ornamentation in the lagu gedé repertoire through a focused case study of Sundanese pesinden Nunung Nurmalasari’s performance of “Sungsang.” Within Sundanese vocal tradition, ornamentation constitutes a central expressive mechanism through which musical identity, stylistic continuity, and interpretative creativity are articulated. Employing a qualitative case study approach, the research analyzes audiovisual recordings sourced from the official Nunung Nurmalasari Official YouTube channel, supported by numeric transcription, document analysis, and interview data. Content analysis is applied to identify, categorize, and interpret ornamentation techniques in relation to melodic structure, laras, surupan, and formal design. The findings reveal eleven distinct vocal ornamentation techniques: eluk tungtung, geregel, ombak, galasar, golosor, leotan, besot, eur-eur, gedag, dorong, and beulit systematically integrated throughout the performance. These ornaments function not merely as melodic embellishments but as structural and expressive devices that shape phrasing, reinforce modal modulation, and preserve lyrical clarity amid dense melodic decoration. Several techniques emerge as stylistic hallmarks, reflecting Nurmalasari’s distinctive vocal identity and deep mastery of Sundanese singing practice. The study concludes that vocal ornamentation in “Sungsang” operates as a coherent expressive system embedded within lagu gedé aesthetics. Its findings contribute to musicological and ethnomusicological discourse on kepesindenan and offer pedagogical value for Sundanese vocal education. Future research is encouraged to extend comparative analysis across performers and repertoires to further elucidate stylistic diversity in Sundanese vocal traditions.