Ajeng Dwi Lestari
Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluation implementation of Occupational Health and Safety Based on a Management System Analysis Using Work Safety Standards According to SMK3 Ajeng Dwi Lestari; Poppy Yaniawati; Budi Santoso
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i2.5708

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) plays a crucial role in ensuring a safe work environment, especially in high-risk sectors like healthcare, where workplace accidents and disease exposure are common. This study aims to assess the implementation of OSH at Hospital X in Bandung City by analyzing its occupational safety management system according to Government Regulation No. 50 of 2012, with a focus on Indicator 6, which pertains to Work Safety Standards under the Occupational Safety and Health Management System (SMK3). The research method used a qualitative approach supported by quantitative data, with data collection through questionnaires, observations, and interviews. The respondents included OSH management staff and hospital visitors. The study’s findings indicate that the overall implementation of Occupational Health and Safety (OHS) at Hospital X is categorized as good. This suggests that the hospital's risk control procedures are generally effective in minimizing potential workplace hazards. The hospital management’s perception of the OHS Management System (SMK3) implementation was positive, reflecting their commitment to ensuring a safe work environment. However, the assessment from visitors regarding the OSH implementation fell into the fairly good category, indicating room for improvement in certain areas, especially in terms of visitor awareness and involvement in the hospital’s safety measures. The results highlight the importance of continuous evaluation and improvement in implementing OHS standards, particularly in high-risk settings such as hospitals. Strengthening visitor education and engagement in OHS practices could further enhance the overall safety culture at the hospital. This study contributes valuable insights for improving OSH management systems and risk control strategies, ultimately aiming for a safer and healthier work environment for both hospital staff and visitors.
GenZ Sehat, GenZ Hebat: Training Kader Muda dengan “Gen Z-Friendly Training Module” di Posyandu Remaja RW 15 Babakan Sari Okatiranti Okatiranti; Evi Nurjanah; Ade Mubarok; Ajeng Dwi Lestari
Jurnal Sosial & Abdimas Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sosial & Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsa.v8i1.2224

Abstract

Masa remaja merupakan periode penuh tantangan biopsikososial yang meningkatkan risiko munculnya perilaku bermasalah bila tidak disertai kemampuan adaptasi yang memadai. Untuk mencegah berbagai risiko kesehatan remaja, pemerintah mendorong pembentukan Posyandu Remaja (Posrem) sebagai wadah edukasi, dukungan sebaya, dan pemberdayaan masyarakat. Posbindu Remaja RW 15 Babakan Sari rutin dilaksanakan setiap bulan dan menjadi satu-satunya Posbindu remaja di wilayah Puskesmas Babakan Sari. Meski jumlah kunjungan mencapai 30–55 remaja per sesi, angka ini masih di bawah target optimal. Kegiataan operasional Posbindu masih bergantung pada kader senior karena belum adanya pelatihan khusus bagi kader muda, sehingga partisipasi remaja sebagai pelaksana belum berkembang maksimal. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan fungsi Posbindu Remaja melalui pelatihan kader muda agar mampu melakukan pelaksanaan kegiatan secara mandiri. Pelatihan dirancang sesuai karakteristik Generasi Z dengan metode interaktif seperti gamifikasi, microlearning, pembelajaran berbasis proyek, dan sesi intensif. Materi pelatihan meliputi edukasi stunting, anemia, kesehatan reproduksi, gizi seimbang, pencegahan NAPZA, kesehatan jiwa, serta keterampilan pengukuran antropometri dan skrining PTM. Pelatihan dilaksanakan empat sesi setiap hari Sabtu untuk menyesuaikan jadwal sekolah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan remaja, memperkuat pendekatan sebaya, serta memunculkan bibit kader kesehatan muda guna menjamin keberlanjutan Posbindu di masa depan. Pelibatan orang tua dan tokoh masyarakat beserta kader mungkin menjadi kunci dalam meningkatkan kunjungan remaja ke Posrem.