Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Correlation between Extraction Method, Phenolic Content, and Antioxidant Activity in Red Pedada Leaves (Sonneratia caseolaris L.) Danang Raharjo; Bagas Ardiyantoro; Anastasia Cindy Jovita Putri
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 3 (2025): November : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i3.6063

Abstract

Sonneratia caseolaris L. (red pedada) is a mangrove species rich in bioactive compounds, yet its potential remains underutilized due to suboptimal extraction methods. This study systematically evaluated four extraction techniques maceration, Soxhlet, Microwave-Assisted Extraction (MAE), and Ultrasonic-Assisted Extraction (UAE) for their efficiency in recovering phenolic compounds and antioxidants from its leaves. Using 70% ethanol, extracts were analyzed for total phenolic content (TPC), total flavonoid content (TFC), and antioxidant activity via DPPH and ABTS assays. Results demonstrated MAE's superior performance, yielding the highest TPC (145.3 mg GAE/g), TFC (89.4 mg QE/g), and strongest antioxidant activity (DPPH IC₅₀: 18.3 µg/mL; ABTS IC₅₀: 15.2 µg/mL). UAE ranked second, followed by Soxhlet and maceration. Strong correlations between TPC/TFC and antioxidant activities confirmed phenolics as primary antioxidant contributors. The enhanced performance of MAE is attributed to its efficient cell disruption through rapid internal heating and pressure buildup, facilitating complete compound release while minimizing degradation. This study conclusively identifies MAE as the optimal method for maximizing bioactive compound recovery from S. caseolaris leaves, providing a scientific basis for its application in nutraceutical and pharmaceutical industries.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK BATANG BAJAKAH KALALAWIT (UNCARIA GAMBIR ROB) Imas Yudha Anggara; Desy Ayu Irma Permatasari; Danang Raharjo
JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurmal Farmasi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan adalah suatu substansi yang diperlukan oleh tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang dapat disebabkan oleh radikal bebas terhadap sel–sel normal, protein, lemak dan antioksidan mempunyai kemampuan mendonorkan elektron untuk menstabilkan radikal bebas. Antioksidan dapat diproduksi di dalam maupun luar tubuh. Hal ini menjadikan senyawa radikal lebih stabil. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kadar flavonoid dalam ekstrak etanol batang bajakah kalalawit dan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dan fraksi batang bajakah kalalawit. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksperimental. Batang bajakah kalalawit diekstraksimenggunakan etanol 96%, kemudian dipartisi menggunakan metode partisi cair- cair. Kadar flavonoid ditentukan menggunakan spektrofotometri UV-VIS pada panjang gelombang 435 nm. Uji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS pada panjang gelombang 740 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid ekstrak etanol batang bajakah kalalawit adalah 11,054 mg QE/g. Hasil uji aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dengan nilai IC50 adalah 51,53 ppm yang tergolong kuat.