Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Perkembangan Teknologi AI terhadap Kenaikan Harga GPU STMIK PESAT NABIRE Kevin Herlambang; Sandy Mirongsenggo; Donianto Kusuma Rissing; Febbiyola Rumbrapuk
Jurnal Teknik Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 5 No. 3 (2025): Desember: Jurnal Teknik Informatika dan Teknologi Informasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jutiti.v5i3.6370

Abstract

The rapid evolution of artificial intelligence (AI) has triggered a transformative shift in global computing demand, particularly for graphics processing units (GPUs), which have become essential for handling large-scale parallel computations. This study explores how the accelerating development and adoption of AI contribute directly to rising GPU prices, emphasizing the interplay between technological growth, supply chain constraints, and semiconductor manufacturing limitations. By utilizing qualitative and literature-based approaches, the research examines academic publications, industry reports, and online datasets to evaluate pricing trends, production bottlenecks, and the broader economic implications of AI’s expansion. Findings indicate that AI-driven applications, such as generative models, predictive analytics, and automated decision-making systems, have significantly increased the demand for high-performance GPUs, placing additional pressure on semiconductor supply chains already limited by production capacity, geographical concentration, and fluctuating global market conditions. These constraints create persistent price inflation, highlighting a strong causal link between AI deployment and GPU market volatility. The study also identifies structural weaknesses in supply chain systems, including overdependence on a small number of manufacturers and delays in scaling fabrication technologies. The results offer a clearer understanding of how AI’s rapid growth reshapes hardware economics and complicates accessibility for education sectors, small businesses, and independent developers. Furthermore, the study underscores the need for sustainable strategies, such as diversifying semiconductor production, exploring alternative computing architectures, and improving forecasting models to support balanced technological advancement.
Analisis Etika Penggunaan Artificial Intelligence Dalam Penyusunan Tugas Kuliah Mahasiswa Aisyah Septianingsih; Usman Arfan; Sandy Mirongsenggo; Aderio J F Koten; Chalvin Manase Otniel Misiro
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8591

Abstract

Kemajuan teknologi Generative Artificial Intelligence atau yang biasa di sebut AI seperti ChatGPT, Gemini dan Claude telah mendorong transformasi signifikan dalam pendidikan tinggi, khususnya dalam penyusunan tugas akademik mahasiswa. Perkembangan ini tidak hanya meningkatkan efisien pembelajaran, tetapi juga menimbulkan persoalan etika dan tantangan terhadap integritas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan AI dalam penyusunan tugas akademik serta mengkaji implikasi etisnya dalam konteks pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literatur Review (SLR) dengan mengkaji literatur dari basis data Scopus, Web of Science, Google Scholar, arXiv, dan garuda pada priode 2021-2026. Kriteria inklusi meliputi artikel ilmiah yang relavan dengan etika penggunaan AI, integritas akademik, Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Planned Behavior (TPB), serta dampak Generative AI terhadap pembelajaran mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan Large Language Model (LLM) telah mengubah pola penyelesaian tugas akademik secra fundamental melalui kemampuan mennghasilkan teks secara otomatis. Penggunaan AI dipengaruhi oleh presepsi kemudahan dan manfaat teknologi sesuai dengan Technology Acceptance Model, serta norma sosial dan kontrol perilaku berdasarkan Theory Of Planned Behavor. Di satu sisi, AI memberikan manfaat berupa personalisasi pembelajaran dan percepat akses informasi; namun di sisi lain, penggunaan yang berlebihan menyebabkan ketergantungan, serta memunculkan bentuk plagiarisme baru yang sulit dideteksi oleh sistem tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan tinggi merupakan fenomena yang bersifat dualistik, sehingga diperlukan penguatan regulasi akademik, literasi etika digital, serta kesadaran pengguna untuk memastikan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan integritas akademik.