Kemajuan teknologi Generative Artificial Intelligence atau yang biasa di sebut AI seperti ChatGPT, Gemini dan Claude telah mendorong transformasi signifikan dalam pendidikan tinggi, khususnya dalam penyusunan tugas akademik mahasiswa. Perkembangan ini tidak hanya meningkatkan efisien pembelajaran, tetapi juga menimbulkan persoalan etika dan tantangan terhadap integritas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan AI dalam penyusunan tugas akademik serta mengkaji implikasi etisnya dalam konteks pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literatur Review (SLR) dengan mengkaji literatur dari basis data Scopus, Web of Science, Google Scholar, arXiv, dan garuda pada priode 2021-2026. Kriteria inklusi meliputi artikel ilmiah yang relavan dengan etika penggunaan AI, integritas akademik, Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Planned Behavior (TPB), serta dampak Generative AI terhadap pembelajaran mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan Large Language Model (LLM) telah mengubah pola penyelesaian tugas akademik secra fundamental melalui kemampuan mennghasilkan teks secara otomatis. Penggunaan AI dipengaruhi oleh presepsi kemudahan dan manfaat teknologi sesuai dengan Technology Acceptance Model, serta norma sosial dan kontrol perilaku berdasarkan Theory Of Planned Behavor. Di satu sisi, AI memberikan manfaat berupa personalisasi pembelajaran dan percepat akses informasi; namun di sisi lain, penggunaan yang berlebihan menyebabkan ketergantungan, serta memunculkan bentuk plagiarisme baru yang sulit dideteksi oleh sistem tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan tinggi merupakan fenomena yang bersifat dualistik, sehingga diperlukan penguatan regulasi akademik, literasi etika digital, serta kesadaran pengguna untuk memastikan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan integritas akademik.
Copyrights © 2026