Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Etika Penggunaan Artificial Intelligence Dalam Penyusunan Tugas Kuliah Mahasiswa Aisyah Septianingsih; Usman Arfan; Sandy Mirongsenggo; Aderio J F Koten; Chalvin Manase Otniel Misiro
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8591

Abstract

Kemajuan teknologi Generative Artificial Intelligence atau yang biasa di sebut AI seperti ChatGPT, Gemini dan Claude telah mendorong transformasi signifikan dalam pendidikan tinggi, khususnya dalam penyusunan tugas akademik mahasiswa. Perkembangan ini tidak hanya meningkatkan efisien pembelajaran, tetapi juga menimbulkan persoalan etika dan tantangan terhadap integritas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan AI dalam penyusunan tugas akademik serta mengkaji implikasi etisnya dalam konteks pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literatur Review (SLR) dengan mengkaji literatur dari basis data Scopus, Web of Science, Google Scholar, arXiv, dan garuda pada priode 2021-2026. Kriteria inklusi meliputi artikel ilmiah yang relavan dengan etika penggunaan AI, integritas akademik, Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Planned Behavior (TPB), serta dampak Generative AI terhadap pembelajaran mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan Large Language Model (LLM) telah mengubah pola penyelesaian tugas akademik secra fundamental melalui kemampuan mennghasilkan teks secara otomatis. Penggunaan AI dipengaruhi oleh presepsi kemudahan dan manfaat teknologi sesuai dengan Technology Acceptance Model, serta norma sosial dan kontrol perilaku berdasarkan Theory Of Planned Behavor. Di satu sisi, AI memberikan manfaat berupa personalisasi pembelajaran dan percepat akses informasi; namun di sisi lain, penggunaan yang berlebihan menyebabkan ketergantungan, serta memunculkan bentuk plagiarisme baru yang sulit dideteksi oleh sistem tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan tinggi merupakan fenomena yang bersifat dualistik, sehingga diperlukan penguatan regulasi akademik, literasi etika digital, serta kesadaran pengguna untuk memastikan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan integritas akademik.
Mitigasi dan Moderasi dalam Kebijakan Komunitas Platform Media Sosial untuk Penanganan Revenge Porn sebagai Kekerasan Berbasis Gender Online di Indonesia Arief Rahman Hakim; Aisyah Septianingsih; Alvonsius Bambang Hidayat; Jendy Payung
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7447

Abstract

Revenge porn adalah bentuk kekerasan berbasis gender online (KBGO) merupakan ancaman serius terhadap keamanan digital dan kesetaraan gender di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kebijakan komunitas dan mekanisme moderasi platform media sosial dapat berperan dalam mitigasi dan pengendalian revenge porn. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis data sekunder dari berbagai sumber, termasuk Komnas Perempuan, Cyberpsychology, dan The Guardian (2025). Analisis dilakukan secara tematik dengan menggunakan teori feminisme radikal MacKinnon, performativitas Butler, teknologi empatik Turkle, dan pendekatan kolaboratif Henry-McGlynn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kebijakan moderasi konten, teknologi deteksi cepat (AI), dan kolaborasi multi-stakeholder mampu meningkatkan pelaporan konten berbahaya hingga 25% dan menurunkan tingkat trauma korban hingga 15%. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan komunitas yang berperspektif gender, harmonisasi lintas platform, serta penguatan literasi digital masyarakat. Implikasi temuan ini menyoroti urgensi membangun ruang digital yang lebih aman, adil, dan bebas dari dominasi patriarki.