Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Layanan Laboratorium dalam Upaya Meningkatkan Kepuasan Pasien di Puskesmas Awal Terusan Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir Ajeng Rifnida Husmi; Nugi Nurdin; Sri Utari
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i3.6134

Abstract

Laboratory services are an essential part of primary health care in community health centers (puskesmas). High-quality services support accurate diagnosis, timely treatment, and public trust. However, the 2024 community satisfaction survey indicated that the laboratory services at Puskesmas Awal Terusan still face several challenges, particularly in service speed and responsiveness to complaints. This study aims to analyze the quality of laboratory services from the perspective of service users and its relationship with patient satisfaction. The research used a quantitative approach with a cross-sectional design. Data were collected through questionnaires from 98 respondents who had used the laboratory services and were analyzed using descriptive and bivariate analyses (Chi-Square test and simple logistic regression). The results showed that, in general, the quality of services was rated as good, especially in terms of staff empathy, accuracy of results, and implementation of occupational safety. However, there were limitations in equipment availability, long waiting times for results, and low responsiveness to patient complaints, with the indicator “Handling of Complaints, Suggestions, and Feedback” receiving the lowest score in the survey. It can be concluded that the quality of laboratory services at Puskesmas Awal Terusan is generally good but still not optimal. Improvements in staff competence, equipment availability, and the complaint-handling system are needed to enhance patient satisfaction.
Analisis Determinan Kejadian Anemia Ibu Hamil di Wilayah Kerja Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2025 Eka Suryati; Faiza Yuniati; Sri Utari; Fika Minata Wathan
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 10 No. 1 (2026): Mei: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v10i1.1081

Abstract

Globally, anemia among pregnant women remains a major public health problem, with a prevalence of 41.8% in 2024 according to WHO data. In Indonesia, the incidence of anemia in pregnancy continues to increase, affecting both maternal and fetal health. Therefore, further analysis of the determinants influencing anemia among pregnant women is necessary. This study aimed to analyze risk factors associated with anemia and identify the dominant factor among pregnant women in the Working Area of Ogan Komering Ilir Regency in 2025. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach, involving 110 pregnant women attending Muara Burnai, Kutaraya, and Rantau Durian Community Health Centers from July to August 2025, using Accidental Sampling technique. The results showed that most respondents were aged 20 years, had higher education, poor knowledge, income below the regional minimum wage, low family support, poor compliance with iron tablet consumption, and suboptimal ANC visit achievement. Significant associations were found between age, education, knowledge, family support, pregnancy interval, iron tablet adherence, and ANC visit achievement with anemia incidence, while occupation, income, and healthcare workers’ roles were not significantly related. The most dominant factor influencing anemia was ANC visit achievement. Improving ANC compliance and nutrition education should be prioritized to reduce the incidence of anemia among pregnant women.
A Analisis Kepuasan Pasien Hemodialisis Pada Pelayanan Hemodialisis Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang Tahun 2025 Okta Susrawita; Yuli Hartati; Sri Utari; Fika Minata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.462

Abstract

Pelayanan administrasi memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pelayanan di rumah sakit agar tercipta pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan adil bagi semua pasien. Pelayanan administrasi yang baik akan membantu mempercepat proses pendaftaran, pengelolaan data pasien, serta koordinasi antar unit pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 100 responden, ditambah 10 responden sehingga total menjadi 110 pasien hemodialisis. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel serta faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi assurance (jaminan pelayanan) dengan kepuasan pasien hemodialisis (p-value = 0,000). Selain itu, dimensi lain seperti reliability, responsiveness, dan empathy juga memberikan kontribusi terhadap tingkat kepuasan pasien meskipun tidak semuanya signifikan secara statistik. Setelah dilakukan pengendalian variabel, terdapat beberapa variabel independen yang tetap bermakna, salah satunya adalah paritas. Analisis multivariat memperlihatkan bahwa variabel assurance merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien dengan nilai OR sebesar 8,205. Hal ini menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan jaminan pelayanan yang baik memiliki peluang lebih besar untuk merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Untuk meningkatkan kepuasan pasien, rumah sakit perlu memperbaiki kualitas pelayanan secara menyeluruh, terutama pada dimensi yang dinilai masih kurang baik oleh pasien. Salah satunya adalah fasilitas rumah sakit, misalnya penataan ruang rawat jalan yang dinilai belum rapi, kenyamanan ruang tunggu, serta kebersihan lingkungan pelayanan yang perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.
A Analisis Kepuasan Pasien Hemodialisis Pada Pelayanan Hemodialisis Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang Tahun 2025 Okta Susrawita; Yuli Hartati; Sri Utari; Fika Minata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.462

Abstract

Pelayanan administrasi memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pelayanan di rumah sakit agar tercipta pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan adil bagi semua pasien. Pelayanan administrasi yang baik akan membantu mempercepat proses pendaftaran, pengelolaan data pasien, serta koordinasi antar unit pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 100 responden, ditambah 10 responden sehingga total menjadi 110 pasien hemodialisis. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel serta faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi assurance (jaminan pelayanan) dengan kepuasan pasien hemodialisis (p-value = 0,000). Selain itu, dimensi lain seperti reliability, responsiveness, dan empathy juga memberikan kontribusi terhadap tingkat kepuasan pasien meskipun tidak semuanya signifikan secara statistik. Setelah dilakukan pengendalian variabel, terdapat beberapa variabel independen yang tetap bermakna, salah satunya adalah paritas. Analisis multivariat memperlihatkan bahwa variabel assurance merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien dengan nilai OR sebesar 8,205. Hal ini menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan jaminan pelayanan yang baik memiliki peluang lebih besar untuk merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Untuk meningkatkan kepuasan pasien, rumah sakit perlu memperbaiki kualitas pelayanan secara menyeluruh, terutama pada dimensi yang dinilai masih kurang baik oleh pasien. Salah satunya adalah fasilitas rumah sakit, misalnya penataan ruang rawat jalan yang dinilai belum rapi, kenyamanan ruang tunggu, serta kebersihan lingkungan pelayanan yang perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.