Muhammad Soim
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efisiensi Bio-Porta Tank (Bacterial Portable Septic Tank) Terhadap Sanitasi Perumahan di Desa Kubang Jaya Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar M. Imam Arifandy; Darusman Darusman; Yefni Yefni; Muhammad Soim; Titi Antin; Kodarni Kodarni
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i3.6310

Abstract

This research aims to examine the efficiency of Bio-Porta tanks created by a group of residential communities in Kubang Jaya Village and Alumni of the Engineering Faculty at the University of Riau, comparing it with conventional septic tanks. The study employs a mixed methods approach, which is a combination of quantitative and qualitative techniques. This approach is chosen to provide a more holistic and in-depth understanding of the efficiency of the Bio-Porta Tank in sanitation in Kubang Jaya Village, Tambang District, Kampar Regency. The high groundwater level around the septic tanks in Kubang Jaya Village poses a major challenge. Kubang Jaya Village seeks to address septic waste issues by adopting an innovative solution in the form of the Bioporta Tank. From the research results regarding the efficiency of the Bio-Porta Tank (bacterial portable septic tank) in residential sanitation in Kubang Jaya Village, Tambang District, Kampar Regency, the efficiency of the Bio-Porta is higher compared to conventional septic tanks. This can be observed in terms of cost difference and effectiveness in waste treatment. This difference is reflected in a cost difference of Rp. 1,647,300.
SEBELUM MELAYU BERSYAHADAT: Jejak Pluralitas Budaya dan Identitas Melayu Awal Muhammad Soim; Eka Putra Wirman; Abrar Abrar
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/nusantara.v22i1.39432

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menelusuri kembali pembentukan identitas Melayu sebelum proses islamisasi mencapai bentuk institusionalnya, serta mengkritisi konstruksi dominan yang menyamakan Melayu dengan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain historis-kultural, melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengombinasikan metode historis dan pendekatan interpretatif, serta menggunakan kerangka teori konstruksi sosial, identitas kultural, dan etnisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Melayu pada fase awal bersifat plural, cair, dan tidak terikat pada satu sistem kepercayaan tertentu. Masuknya Islam membawa transformasi penting, terutama ketika diinstitusionalisasikan melalui kesultanan seperti Malaka, yang menjadikan Islam sebagai sumber legitimasi politik sekaligus penanda identitas kolektif. Proses ini berkontribusi pada penyempitan makna identitas Melayu dari yang semula inklusif menjadi lebih normatif dan eksklusif. Implikasinya terlihat pada marginalisasi kelompok-kelompok lokal yang tidak memenuhi kriteria “Melayu-Islam,” meskipun secara historis merupakan bagian dari lanskap budaya Melayu. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa identitas Melayu merupakan konstruksi sosial yang dinamis dan historis, bukan entitas yang tunggal dan esensial. Pengakuan terhadap pluralitas menjadi penting untuk membangun pemahaman yang lebih inklusif mengenai ke-Melayuan dalam konteks kontemporer.