Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Komik Digital untuk Memperkuat Literasi Sains di Sekolah Dasar Tegar Pambudi; Kartika Chrysti Suryandari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107470

Abstract

Science literacy is a critical 21st-century competency; however, Indonesian students continue to perform at a low level, partly due to the lack of contextual learning media that foster scientific thinking. Digital comics are considered a promising alternative. This study aimed to identify the need for developing digital comic-based instructional media to enhance science literacy in primary education. A mixed-methods descriptive design was employed from April to June 2025, involving 23 third-grade students and 2 teachers from an A-accredited elementary school in Kebumen Regency, Indonesia. Data were collected through Likert-scale questionnaires, semi-structured interviews, and classroom observations, then analyzed using descriptive statistics and qualitative content analysis. The results showed that 84% of students and 94% of teachers expressed a high need for digital comic-based learning media. Qualitative data revealed the scarcity of contextual instructional materials and limited student engagement in scientific reasoning. These findings underscore the urgent relevance of developing digital comic media as an effective and contextually appropriate tool to support science literacy. The study recommends integrating digital comics into science instruction to foster student engagement and meaningful learning.Kemampuan literasi sains yang penting di abad ke-21 masih rendah di Indonesia karena kurangnya media pembelajaran kontekstual yang mendukung cara berpikir ilmiah murid, sehingga media komik digital dinilai potensial sebagai solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan media pembelajaran komik digital untuk memperkuat literasi sains di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang dilaksanakan pada April–Juni 2025. Sumber data diperoleh dari 23 murid dan 2 guru kelas III di salah satu SD terakreditasi A di Kabupaten Kebumen. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert, wawancara semi-terstruktur, dan observasi kelas, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kuantitatif deskriptif dan analisis kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil angket menunjukkan bahwa 84% murid dan 94% guru merasa sangat membutuhkan pengembangan media pembelajaran komik digital. Temuan kualitatif mengungkapkan masih terbatasnya media pembelajaran yang kontekstual dan minimnya keterlibatan murid dalam proses berpikir ilmiah. Oleh karena itu, pengembangan media komik digital dinilai sangat relevan dan mendesak sebagai solusi pembelajaran kontekstual dan efektif dalam meningkatkan literasi sains. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan komik digital untuk meningkatkan keterlibatan murid dalam pembelajaran.
Karawitan Extracurricular as a Media for Mental Therapy and Increasing Learning Motivation for Mentally Retarded Students Tegar Pambudi; Dita Ristiningsih; Ahmad Faozan Jamal; Murwani Dewi Wijayanti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92321

Abstract

Dalam Paradigma Trilogi Peradaban 2045, dijelaskan bahwa laju peradaban Indonesia di masa datang akan kokoh bila mendasarkan diri pada penguatan kapasitas pendidikan warga Negara Indonesia. Namun faktanya, mayoritas siswa tunagrahita memiliki keterbatasan terkait media pembelajaran yang sesuai. Kendati demikian, ekstrakurikuler karawitan ternyata mampu menjadi media pembelajaran alternatif bagi siswa tunagrahita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran serta ekstrakurikuler karawitan sebagai media pembelajaran sekaligus media terapi untuk menumbuhkan rasa semangat belajar pada siswa tunagrahita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yang disampaikan secara mendalam berdasarkan fakta di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa survei dengan kuisioner Google Forms yang diisi oleh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler karawitan pada siswa tunagrahita dapat meningkatkan semangat belajar mereka secara signifikan. Sehingga didapat kesimpulan bahwa ekstrakurikuler karawitan dapat menjadi media terapi retardasi mental dan media peningkatan motivasi belajar siswa tunagrahita.