Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Enhancing Students’ Geometry Learning Outcomes and Critical Thinking Skills through the Implementation of Problem Based Learning Model Dewi Indrapangastuti; Murwani Dewi Wijayanti; Achmad Basari Eko Wahyudi
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.4740

Abstract

To enhance students' critical thinking abilities, it is essential to adopt an interactive learning model where students actively participate, and the instructor acts as a facilitator. This can be achieved through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model in the teaching and learning process. This study aimed to evaluate the improvement of learning outcomes and critical thinking skills through the application of the PBL model among students. Conducted as classroom action research, it involved 40 students from Yogyakarta State University. The research comprised two cycles, each consisting of two sessions. Instruments used included observation sheets for learning implementation, critical thinking assessment sheets, and tests. Data analysis was performed quantitatively using descriptive analysis methods. The findings revealed that (1) the learning process was effectively implemented, with observation data from both cycles rated as good, with a mode of 4 (good); (2) students' learning outcomes improved, with the average post-test scores increasing from 70.85 in Cycle 1 to 80.63 in Cycle 2; (3) students' critical thinking skills also enhanced, with the average score rising from 68.54 in Cycle 1 to 82.08 in Cycle 2. The conclusion of this study is that implementing PBL in the learning process can significantly enhance both critical thinking and learning outcomes. The research implies that teachers' professional competence can be developed through the application of PBL. It is recommended that teachers integrate the PBL model into their teaching practices to foster students' higher-order thinking skills, such as critical thinking, creativity, and scientific reasoning abilities.
Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) dengan Media Augmented Reality (AR) dalam Mendukung Literasi Digital dan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV SD Audri Aulia Justisia; Murwani Dewi Wijayanti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.104743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis langkah-langkah model PjBL dengan media AR, (2) mendukung literasi digital siswa, (3) meningkatkan hasil belajar IPAS, (4) mendeskripsikan kendala dan solusi. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan: (1) terdapat enam langkah model PjBL dengan media AR, yaitu (a) menentukan pertanyaan dengan media AR, (b) mendesain perencanaan proyek, (c) menyusun penjadwalan proyek, (d) memonitoring pembuatan proyek, (e) menguji hasil, (f) mengevaluasi pengalaman, (2) hasil peningkatan literasi digital pada siklus I = 78,47%, II = 84,38%, dan III = 90,97%, (3) peningkatan hasil belajar IPAS pada siklus I = 69,23%, II = 80,77%, dan III = 92%, (4) kendala yang dihadapi, yaitu siswa pasif dalam presentasi dan guru belum memberikan evaluasi menyeluruh. Solusi yang diberikan yaitu memotivasi dan memastikan siswa mendapatkan evaluasi. Peningkatan ini dikarenakan guru menerapkan model PjBL dengan media AR.
The Project Based Learning Integrated Ethnoscience: A Model of Learning to Enhance Scientific Literacy Among Pre-Service Elementary Teacher Muhamad Chamdani; Kartika Chrysti Suryandari; Murwani Dewi Wijayanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.9679

Abstract

This study aims to determine the effect of ethnoscience-based Project-Based Learning (PjBL) on students' science literacy, measure the level of improvement in students' science literacy, and analyze students' science literacy levels in terms of context, competence, and knowledge aspects. The research uses a mixed-method approach with a sequential explanatory design. The quantitative part of the study is conducted using a quasi-experiment, while the qualitative part employs field research. Data analysis techniques include the Mann-Whitney U test for quantitative data and triangulation techniques to validate data. The Miles and Huberman and Saldana model is used for qualitative data analysis.The study found that the use of ethnoscience-based PjBL significantly affects students' science literacy, with a significance value of 0.003 < 0.05. The increase in science literacy in the experimental class is categorized as high, at 0.71, while the control class shows a moderate category, at 0.60. In terms of science literacy levels, the experimental class reached a minimum of level 4, while the control class still had students at level 3. This means that students in the experimental class had better science literacy compared to the control class, particularly in terms of prospective elementary school teachers. Among the three aspects of science literacy, the competence aspect was the highest in both the experimental and control classes compared to the other aspects.
Bahasa Inggris Kartika Chrysti Suryandari; Wahyudi; Rokhmaniyah; M. Chamdani; Dewi Indrapangastuti; Murwani Dewi Wijayanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.13588

Abstract

The purpose of this research is: to describe the science learning experience in terms of creative thinking and to describe the level of students' ability to think creatively using the SRBP model. This study used Design-Based Research (DBR) to investigate the efficacy of hands-on experiments in science learning, combining qualitative and quantitative research methods. Participants were Elementary School Teacher Education students who had taken science lessons, with a total of 105 students. We have developed and examined how this approach might direct creative educational activities. This study uses the Scientific Reading-Based Project (SRBP) conceptual framework. Data collection techniques include questionnaires, observations, interviews, and student portfolios. The results showed that students' learning experience from the creativity aspect increased with each cycle. The learning participants' responses were enjoyable, stimulating students to think creatively. Students performed better because they learned and recalled information through practical experiences. This research recommends applying an innovative learning model that incorporates the principles of discovery and observation, which can stimulate students to think creatively.
Penerapan Model Picture and Picture (PAP) Berbasis Flashcard untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas V Sekolah Dasar Sandra Ayu Risky; Murwani Dewi Wijayanti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.104806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguraikan langkah-langkah model Picture and Picture berbasis Flashcard, (2) meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini merupakan PTK kolaboratif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas VSDN 2 TMW. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) penerapan model Picture and Picture berbasis Flashcard melalui langkah-langkah: (a) penyampaian kompetensi dasar, (b) penyajian materi berbasis Flashcard, (c) penyajian gambar berbasis Flashcard, (d) pemasangan gambar berbasis Flashcard, (e) penjajakan atau penyelidikan berbasis Flashcard, (f) penyajian atau penjelasan materi sesuai kompetensi yang akan dicapai, dan (g) membuat kesimpulan, (2) peningkatan hasil belajar IPAS dengan rata-rata persentase ketuntasan pada siklus I sebesar 78,29%, pada siklus II sebesar 95,65%, dan pada siklus III sebesar 100%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model Picture and Picture berbasis Flashcard secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar.
Penerapan Model Kooperatif Tipe Think Talk Write dengan Media Konkret untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi dan Hasil Belajar IPAS Kelas IV SDN Jatimulyo Suci Elhawa; Murwani Dewi Wijayanti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.105817

Abstract

Pembelajaran di SD memerlukan strategi inovatif yang mengaktifkan siswa berpikir kritis, berkomunikasi, dan bekerja sama melalui kegiatan berpikir, berbicara, dan menulis melalui penggunaan media konkret. Tujuan penelitian ini yaitu (1) menganalisis langkah penerapan model kooperatif tipe Think Talk Write; (2) meningkatkan keterampilan komunikasi; (3) meningkatkan hasil belajar; (4) menganalisis kendala dan solusi. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan tiga siklus. Subjek penelitian adalah guru dan seluruh siswa kelas IV. Data yang digunakan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penerapan model kooperatif tipe Think Talk Write dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan hasil belajar IPAS dengan menerapkan langkah berikut: Penjelasan materi; Pembagian LKPD; Think, siswa mengerjakan LKPD; pembagian kelompok; Talk, siswa berdiskusi; Write; Presentasi; Refleksi. Rata-rata hasil observasi keterampilan komunikasi setiap siklusnya yaitu pada siklus I=81,52%, siklus II=88,6%, dan siklus III=92,2%. Persentase ketuntasan hasil belajar IPAS pada siklus I=77,63%, siklus II=90,74%, dan siklus III=92,59%. Simpulan dalam penelitian ini yaitu penerapan model kooperatif tipe Think Talk Write dengan media konkret dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan hasil belajar IPAS tentang Aku dan Kebutuhanku di kelas IV SDN Jatimulyo.
Analisis Gaya Belajar terhadap Keterampilan Proses Sains Berbasis HOTS dalam Pembelajaran IPA SD Murwani Dewi Wijayanti; Kartika Chrysti Suryandari; Dewi Indrapangastuti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 3 (2023): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v11i3.80455

Abstract

Gaya belajar merupakan suatu metode peserta didik menerima informasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara macam-macam gaya belajar berdasarkan ciri-cirinya terhadap keterampilan proses sains berbasis HOTS. Penelitian ini merupakan penelitian mix method kuantitatif dan kualitatif. Design penelitian yang diterapkan adalah pre-experimental dengan Populasi sampel mahasiswa PGSD UNS semester V. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan keterampilan proses sains peserta didik terhadap gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik dengan nilai signifikansi pretest keterampilan proses sains sebesar 32%dan nilai signifikansi posttest keterampilan proses sains sebesar 24%. Kesimpulan terdapat perbedaan gaya belajar terhadap keterampilan proses sains berbasis HOTS. Gaya belajar visual lebih menonjol dibandingkan dengan gaya belajar kinestetik dan audio. Berdasarkan Uji Kruskal Willis diperoleh nilai chi-square sebesar 6,34 dan nilai p-value 0,48. Data yang diperoleh menunjukkan p-value lebih besar dari nilai kritis pada penelitian yang besarnya 0,05. Dengan demikian tidak ada pengaruh yang berbeda secara signifikan antara gaya belajar dan hasil belajar mahasiswa PGSD. 
Penerapan Model Group Investigation (GI) dengan Media Komik Terhadap Peningkatan Keterampilan Kerja Sama dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar Kharisma Anggun; Murwani Dewi Wijayanti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.104364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis langkah  Group Investigation (GI)  menggunakan komik, (2) meningkatkan kerja sama siswa, (3) meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila, dan (4) mendeskripsikan kendala dan solusi dalam penerapan Group Investigation (GI) menggunakan komik. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas III SD Negeri 2 Pejagoan. Data yang digunakan berupa data kualitatif dan kuantitatif.  Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Langkah-langkah penerapan GI menggunakan media komik, yaitu membentuk kelompok dan mengidentifikasi topik, merencanakan investigasi, melaksanakan investigasi, membuat laporan akhir, mempresentasikan laporan akhir, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan persentase kerja sama siklus I=68,42%, siklus II=87,70%, dan siklus III=92,9%. Persentase hasil belajar siklus I 78,57%, siklus II 92,86%, dan pada siklus III 100%. Kendala penelitian, yaitu: (a) siswa pasif, (b) kerja sama siswa kurang, (c) siswa kurang fokus. Adapun solusi, yaitu: (a) guru memberikan motivasi, apresiasi dan ice breaking (b) guru mengarahkan siswa untuk bekerja sama dan membagi tugas secara adil, dan (c) guru memberikan motivasi dan reward bagi siswa yang aktif, Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Kooperatif  GI menggunakan media komik dapat meningkatkan kerja sama dan hasil belajar siswa.
Upaya Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Jatisari Melalui Teknologi Scanning Card Augmented Reality Afrida Dwi Utami; Kartika Chrysti Suryandari; Murwani Dewi Wijayanti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.87329

Abstract

Media pembelajaran berbasis teknologi Scanning Card Augmented Reality yang diterapkan dalam pendidikan merupakan sebuah inovasi abad 21 yang dilakukan dalam rangka digitalisasi pendidikan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan implementasi teknologi Scanning Card Augmented Reality pada guru dan siswa, meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, serta menguraikan bagaimana respon dari siswa terkait implementasi teknologi Scanning Card Augmented Reality. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dan pengumpulan data menggunakan tes tertulis, wawancara, dan observasi. Data penelitian didasarkan pada hasil tes, wawancara, dan observasi pembelajaran IPA pada kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media Scanning Card Augmented Reality dalam pembelajaran IPA telah digunakan dengan baik sesuai prosedur penelitian dan baik guru maupun siswa mengalami peningkatan dalam menerapkan media pada setiap siklusnya, penggunaan media Scanning Card Augmented Reality dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VI SD Negeri 2 jatisari, serta respon siswa dalam penggunaan media Scanning Card Augmented Reality saat pembelajaran IPA menunjukkan respon yang positif. Kesimpulan dari penelitian ini yakni upaya peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa kelas VI SD Negeri 2 Jatisari berhasil dan berjalan dengan baik.  
Penerapan Model Learning Cycle 7E dengan Media Papan Pintar dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Deby Amira; Murwani Dewi Wijayanti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.100115

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah, peningkatan hasil belajar IPAS, dan kendala solusi terhadap penerapan model Learning Cycle 7E dengan media papan pintar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV yang berjumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan pembelajaran dengan menerapkan model Learning Cycle 7E dengan media papan pintar, (2) penerapan model Learning Cycle 7E dengan media papan pintar dapat meningkatkan hasil belajar IPAS yaitu siklus I = 71,43% siklus II = 85,71%, dan pada siklus III = 95,24%,(3) kendala dalam pembelajaran siswa sulit dikondisikan. Namun, setiap siklus menunjukkan peningkatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Learning Cycle 7E dengan media papan pintar dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SDN 2 Karangsari tahun ajaran 2024/2025.