Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Inovasi Produk dan Kemasan Amplang UD Taufik Jaya Makmur Dalam Meningkatkan Nilai Kualitas di Samarinda Risky Juliana; Muhammad Zaini; Ahmad Firman Hakim; Ummi Nadroh
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.105128

Abstract

Dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat, inovasi produk dan kemasan menjadi faktor penting untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing UMKM. Penelitian ini menganalisis inovasi produk dan kemasan pada usaha amplang UD Taufik Jaya Makmur di Samarinda untuk meningkatkan nilai kualitas produk. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, karyawan, dan konsumen, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk seperti pengembangan varian rasa dan peningkatan kualitas bahan baku, serta inovasi kemasan yang mencakup desain menarik dan informasi yang lebih lengkap, berhasil meningkatkan daya tarik produk, memperkuat citra merek, dan membangun loyalitas pelanggan. Secara kuantitatif, perubahan dalam desain kemasan dan peningkatan kualitas produk meningkatkan kepuasan konsumen sebesar 25%, yang tercermin dalam penjualan yang lebih tinggi. Inovasi ini juga menunjukkan dampak positif pada daya tahan produk, yang dapat bertahan lebih lama, hingga 3 bulan, dengan kualitas yang terjaga. Kontribusi praktis dari penelitian ini bagi UMKM adalah menunjukkan bahwa penerapan inovasi produk dan kemasan yang berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasar yang semakin kompetitif.
Analisis Pengendalian Persediaan Produk Facetology dengan menggunakan Metode EOQ (Economic Order Quantity) pada Toko Cuan Store di Samarinda Fanny Leviani; Muhammad Zaini; Poppy Alvianolita Sanistasya; Ummi Nadroh
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.105101

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan dalam pengendalian persediaan produk Facetology pada Toko Cuan Store, yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bisnis ritel kosmetik dan skincare, seperti adanya kelebihan persediaan dan kekurangan persediaan pada produk Facetology. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan produk Facetology pada Toko Cuan Store. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan data primer dan sekunder dengan metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan Economic Order Quantity (EOQ). Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode EOQ dapat mengetahui jumlah pemesanan yang ekonomis, dan frekuensi pemesanan pada produk Facetology  dapat diketahui. Dengan hasil jumlah pesanan yang optimal sebanyak 462 pcs, frekuensi pemesanan sebanyak 11 kali, safety stock sebanyak 806 pcs, dan Rop sebanyak 906 pcs.
Peran Fanatisme sebagai Variabel Moderasi terhadap Penerimaan Produk Kosmetik dan Makanan Korea Selatan oleh Konsumen Indonesia Ummi Nadroh
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v6i2.2783

Abstract

Demand and desire for a product are closely linked to cultural backgrounds and the tendencies or fanaticism of Indonesian consumers. The widespread exposure to Korean popular culture has influenced lifestyles, particularly among Indonesians with strong interests in Korean entertainment, including dramas, music, reality shows, and celebrities. This study aims to analyze the influence of cultural and marketing perspectives on the acceptance of Korean products in Indonesia specifically, as well as the moderating role of fanaticism. The adoption of products based on cultural and marketing perspectives is highly interrelated and mutually reinforcing. The study primarily focuses on Korean food and cosmetic products within the context of Muslim Indonesian consumers, who hold distinctive religious and cultural values. A mixed-method approach was used, involving focus group discussions (FGDs) and a survey of 202 Muslim respondents from Jakarta, Bandung, and Surabaya. The FGD results reveal that Korean culture holds a positive country image, and exposure to Korean entertainment fosters consumer interest in Korean products. These consumers often seek product information via social media and purchase through e-commerce and personal shopping services (jastip). Quantitative data analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS 22.0 show that both cultural and marketing perspectives significantly influence the acceptance of Korean products. Fanaticism, in both religious and celebrity contexts, was found to moderate these relationships. The study concludes that Korean product marketing strategies in Indonesia must consider cultural sensitivity and religious values among Muslim consumers while leveraging celebrity figures and digital platforms to enhance emotional engagement.
SWOT ANALYSIS FOR DEVELOPING THE CITRA NIAGA AREA TO IMPROVE THE COMPETITIVENESS OF EAST KALIMANTAN SOUVENIR BUSINESSES Syafira Rahmalia Indah; Annisa Wahyuni Arsyad; Ummi Nadroh; Ahmad Firman Hakim
Proceedings International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies Vol. 1 (2025): Proceedings of The International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (I
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 This study examines the development strategy of the Citra Niaga area to enhance the competitiveness of East Kalimantan’s souvenir business actors. The urgency of this research arises from the significant decline of Citra Niaga since 1980s and the challenges faced in the post-pandemic sales era, despite revitalization efforts by the government that have yet to yield optimal results for local entrepreneurs. The main theoretical framework used is the SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), aimed at identifying and mapping the strategic position of the area. A descriptive qualitative research method was employed to gather in-depth data through interviews with souvenir business actors and relevant government agencies (The Ministty of Public Works and Public Housing), questionnaires for SWOT factor weighting and rating, and documentation review. Purposive sampling was applied with the criterion of business actors having operated for a minimum of 10 years, to gain historical insight and rich experience. The SWOT analysis results place Citra Niaga in Quadrant I, indicating a strong internal position and significant external opportunities. The recommended main strategy is the Strength-Opportunity (SO) Strategy, which focuses on maximizing product innovation supported by human resource training and promoting the uniqueness and diversity of products with government backing. Recommendations include the utilization of e-commerce platforms and the implementation of government-supported innovation development and digital marketing programs for business actors.