Financial planning within the family is essential for achieving long-term financial stability and sustainability. Through effective planning, families can manage their income wisely, minimize financial risks, and ensure the fulfillment of future needs. This community service program aims to enhance family financial literacy, focusing on the prevention of financial problems and the development of skills to manage household finances more efficiently and effectively.The methods applied in this program included awareness-building sessions, training, and direct assistance to the members and leaders of the Family Welfare Empowerment (PKK) group in RW 12, Gentan Village, Baki District, Sukoharjo Regency. Participants were trained in recording, archiving, and documenting their financial transactions. The results of the program indicated that most participants had not yet adopted structured family financial planning. Many still struggled with debt issues and were unaccustomed to saving regularly. Nevertheless, participants expressed high enthusiasm and acknowledged that the training provided valuable insights and benefits in improving their household financial management.Perencanaan keuangan dalam keluarga penting untuk mencapai kestabilan dan keberlanjutan finansial jangka panjang. Melalui perencanaan yang efektif, keluarga dapat mengelola pendapatan dengan bijaksana, mengurangi risiko finansial, serta memastikan pemenuhan kebutuhan di masa depan. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan literasi keuangan keluarga, dengan fokus pada pencegahan masalah keuangan serta pengembangan kemampuan dalam mengelola keuangan keluarga secara lebih efisien dan efektif. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini mencakup sosialisasi pengarahan, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada pengurus dan anggota PKK di RW 12, Kelurahan Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Peserta dilatih untuk melakukan pencatatan, pengarsipan, dan dokumentasi transaksi keuangan mereka. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta belum menerapkan perencanaan keuangan keluarga, sebagian besar masih menghadapi permasalahan utang dan belum terbiasa menabung. Meskipun demikian, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan pengetahuan dan manfaat dalam meningkatkan pengelolaan perencanaan keuangan keluarga. .