Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ukiran Nusantara: Kriya Kulit dan Teknik Pyrography Meningkatkan Wawasan Budaya Siswa SMK Negeri 9 Surakarta Arfiati Nurul Komariah; Novita Dwi Wulandari; Anastasia Irma Riani; Annisa Noer Cholizzhoh
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v6i1.5263

Abstract

Community Service (PKM) entitled Archipelago Carving: Leather Craft and Pyrography Techniques to Increase Cultural Insight of Students of SMK Negeri 9 Surakarta. This community service activity is targeted at Vocational High School (SMK) students with a focus on Craft Design and Production (DPK) expertise in the fields of Batik-Textile Craft, Jewelry Metal Craft, and Rattan Wood Craft, precisely at SMK Negeri 9 Surakarta Jl. Tarumanegara I, Banyuanyar, Kec. Banjarsari, Surakarta City, Central Java. SMK Negeri 9 Surakarta does not have a leather specialist, despite the cultural significance of leather art. To address this, a community service initiative aims to introduce pyrography carving techniques applied to vegetable tanned leather to the students. This is expected to improve students' skills while fostering appreciation for local culture and creating innovative and valuable handicraft products amidst the declining interest in traditional arts among young people. So that the output of this PKM activity is the existence of leather craft products from students and collaboration opportunities between the author and SMK Negeri 9 Surakarta.
Inovasi dan keberlanjutan budaya: Transformasi kertas gendhong di Pesantren Gontor Gayuh Styono; Arfiati Nurul Komariah; Anastasia Irma Riani
Jurnal Desain Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i2.752

Abstract

Tradisi pembuatan kertas gendhong di Pesantren Tegalsari, Ponorogo, yang menjadi bagian penting dari sejarah literasi pesantren Jawa, mengalami kemunduran seiring melemahnya aktivitas intelektual pesantren tradisional. Ketika upaya pelestarian media tulis klasik ini mulai hilang, muncul inisiatif baru dari komunitas santri Pondok Gontor pada tahun 2020 untuk merevitalisasinya melalui pengembangan inovasi teknik cetak serat berbahan dasar pohon glugu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kertas gendhong dari medium tulis tradisional menjadi media seni kaligrafi, serta menjelaskan bagaimana inovasi teknik dan nilai-nilai spiritual produksi berkontribusi terhadap keberlanjutan budaya pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan critical ethnography melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan pelaku komunitas. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti memahami relasi antara praktik artistik, nilai simbolik, dan konteks sosial budaya pesantren secara reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi teknik cetak serat pada kertas gendhong tidak hanya berfungsi sebagai adaptasi material, tetapi juga menjadi strategi kreatif dalam memperkuat kesadaran historis dan spiritual santri. Proses pembuatan kertas menjadi bentuk praktik kesabaran dan ketekunan, sementara penggunaannya dalam seni kaligrafi menghidupkan kembali makna literasi pesantren sebagai ekspresi spiritual dan budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi kertas gendhong merupakan bentuk keberlanjutan budaya berbasis kearifan lokal dengan paradigma inovasi seni dan pelestarian warisan budaya takbenda.