Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan Orang Tua Terkait Penggunaan Obat pada Balita Rahmawati Raising; Oktaviarika Dewi Hermawatiningsih; Lukman La Basy; Vevi Maritha; Yetti Hariningsih
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 2: Januari 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i2.110

Abstract

Penggunaan obat pada bayi dan balita di tingkat rumah tangga masih sering tidak rasional dan berisiko menimbulkan kesalahan dosis, pemilihan obat, maupun cara pemberian, sehingga dapat berdampak pada keselamatan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang penggunaan obat yang tepat dan rasional pada balita melalui edukasi kesehatan terstruktur. Pengabdian dilaksanakan di Desa Kleco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dengan sasaran 30 orang tua yang memiliki balita usia 0–5 tahun. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi membaca label obat, demonstrasi pengukuran dosis sirup menggunakan sendok ukur/syringe oral, serta pembagian leaflet sebagai media pengingat di rumah. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, yang tercermin dari banyaknya pertanyaan terkait penentuan dosis, penggunaan antibiotik, dan penyimpanan obat. Secara kualitatif, orang tua melaporkan peningkatan pemahaman mengenai perbedaan obat resep dan obat bebas, pentingnya mengikuti aturan pakai, menghindari penggunaan antibiotik tanpa resep, serta menyimpan obat secara aman agar tidak terjangkau anak. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi kesehatan yang sederhana, kontekstual, dan melibatkan kader serta bidan desa berpotensi meningkatkan literasi obat orang tua balita sebagai upaya pencegahan kesalahan penggunaan obat di rumah
Peran Terapi Antihipertensi terhadap Pencegahan Kekambuhan Stroke: Tinjauan Literatur Rahmawati Raising; Oktaviarika Dewi Hermawatiningsih; Lukman La Basy
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): AGUSTUS
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i3.129

Abstract

Stroke berulang merupakan masalah klinis penting karena meningkatkan risiko disabilitas, kematian, dan beban biaya kesehatan. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi dalam pencegahan kekambuhan stroke. Kajian pustaka ini bertujuan menganalisis peran terapi antihipertensi dalam mencegah stroke berulang berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengacu pada panduan PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed/MEDLINE, Google Scholar, ScienceDirect, dan Cochrane Library menggunakan kata kunci terkait antihypertensive drugs, recurrent stroke, secondary stroke prevention, serta blood pressure lowering. Dari 4.291 artikel yang teridentifikasi, dilakukan penyaringan berdasarkan publikasi lima tahun terakhir, free full text, human studies, usia pasien ≥19 tahun, dan kesesuaian dengan kriteria inklusi. Sebanyak 27 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi antihipertensi berperan penting dalam pencegahan sekunder stroke. Obat yang paling sering digunakan meliputi ACE inhibitor, angiotensin receptor blocker, calcium channel blocker, serta diuretik thiazide atau thiazide-like. Pada fase akut, penurunan tekanan darah perlu dilakukan secara hati-hati untuk menjaga perfusi otak. Pada fase pasca-stroke, kontrol tekanan darah jangka panjang lebih konsisten menurunkan risiko kekambuhan. Telemonitoring, self-management, edukasi, dan pendampingan perawat juga mendukung kepatuhan dan keberhasilan terapi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian hipertensi komprehensif sebagai bagian pencegahan sekunder stroke.