Stroke berulang merupakan masalah klinis penting karena meningkatkan risiko disabilitas, kematian, dan beban biaya kesehatan. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi dalam pencegahan kekambuhan stroke. Kajian pustaka ini bertujuan menganalisis peran terapi antihipertensi dalam mencegah stroke berulang berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengacu pada panduan PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed/MEDLINE, Google Scholar, ScienceDirect, dan Cochrane Library menggunakan kata kunci terkait antihypertensive drugs, recurrent stroke, secondary stroke prevention, serta blood pressure lowering. Dari 4.291 artikel yang teridentifikasi, dilakukan penyaringan berdasarkan publikasi lima tahun terakhir, free full text, human studies, usia pasien ≥19 tahun, dan kesesuaian dengan kriteria inklusi. Sebanyak 27 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi antihipertensi berperan penting dalam pencegahan sekunder stroke. Obat yang paling sering digunakan meliputi ACE inhibitor, angiotensin receptor blocker, calcium channel blocker, serta diuretik thiazide atau thiazide-like. Pada fase akut, penurunan tekanan darah perlu dilakukan secara hati-hati untuk menjaga perfusi otak. Pada fase pasca-stroke, kontrol tekanan darah jangka panjang lebih konsisten menurunkan risiko kekambuhan. Telemonitoring, self-management, edukasi, dan pendampingan perawat juga mendukung kepatuhan dan keberhasilan terapi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian hipertensi komprehensif sebagai bagian pencegahan sekunder stroke.