Al Muhim Nuril Isna
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi dan Pelatihan Pemanfaatan Tanaman Lokal Berpotensi Antiseptik sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Anggota Karang Taruna Cipta Karsa Desa Banjaran Kota Kediri Endah Tri Wijayanti; Elysabet Herawati; Siti Aizah; Najwa Shaninnabila; Al Muhim Nuril Isna; Dwi Nur Azizah
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i2.150

Abstract

Antiseptik merupakan senyawa kimia yang sangat penting dalam mencegah penularan kuman. Antiseptik dapat ditemukan dalam senyawa aktif tanaman yang tumbuh di sekitar manusia. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan oleh tim pengabdian, diketahui bahwa mayoritas penduduk Desa Banjaran menggantungkan hidup mereka pada aktivitas perdagangan. Aktivitas ini melibatkan interaksi yang sangat intens antara pedagang dan pembeli di pasar, sehingga meningkatkan risiko penyebaran mikroorganisme yang berpotensi menyebarkan potensi infeksi menular. Kondisi ini menjadi perhatian utama tim pengabdian, yang akhirnya mendorong tim pengabdian untuk mengambil inisiatif mengadakan program edukasi dan pelatihan pembuatan sabun herbal antiseptik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan antiseptik sebagai salah satu cara menekan penyebaran mikroorganisme menggunakan tanaman lokal. Sasaran kegiatan ini adalah anggota karang taruna Cipta Karsa Desa Banjaran Kota kediri. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat, terutama pemuda karang taruna, diharapkan mampu memproduksi sabun herbal yang tidak hanya digunakan sendiri tetapi juga dipasarkan. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan edukasi dengan pendekatan ceramah, dilanjutkan dengan demonstrasi, dan diakhiri dengan praktik langsung oleh peserta. Pre test dilaksanakan sebelum edukasi dan post test diberikan setelah kegiatan demonstrasi. Hasil post test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan oleh peserta, terbukti dari tingginya tingkat partisipasi dalam pelatihan.