Tia Nur Annisa
Program Studi S-1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang)  Peningkatan Pemahaman Masyarakat terhadap Penggunaan Obat Tia Nur Annisa
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): January - April
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v1i1.10

Abstract

Penggunaan obat yang tidak tepat di masyarakat dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius, termasuk resistensi antibiotik dan efek samping yang tidak diinginkan. Program edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara yang benar dalam memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Metode: Kegiatan edukasi ini dilaksanakan melalui pendekatan sosialisasi, diskusi interaktif, dan simulasi praktis kepada masyarakat Kelurahan Sukajadi. Pemahaman awal dan akhir peserta diukur menggunakan kuesioner untuk mengevaluasi efektivitas program ini. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait pengelolaan obat yang benar, terutama dalam hal memperoleh obat dari sumber terpercaya, penggunaan sesuai dosis, penyimpanan yang tepat, dan pembuangan obat yang sudah kedaluwarsa. Kesimpulan: Edukasi DAGUSIBU terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan obat yang aman dan diharapkan dapat mengurangi risiko penyalahgunaan obat.
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada Masyarakat Tia Nur Annisa; Nita Marethin Dwi Putri; Nensi Febrianah; Rike Aprillia
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): May - August
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v1i2.63

Abstract

Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) telah berkembang sebagai alternatif pengobatan yang dapat memberikan manfaat kesehatan dan ekonomi bagi masyarakat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan penggunaannya, manfaat yang diperoleh, serta tantangan dalam pengelolaan TOGA. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan sosialisasi, pelatihan budidaya tanaman, dan evaluasi dampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TOGA, keterampilan budidaya yang baik, serta penggunaan tanaman obat dalam pengobatan keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif pada kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui penjualan hasil tanaman obat. Kesimpulannya, TOGA berpotensi menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan kesehatan dan ekonomi masyarakat. Saran yang diberikan adalah perlunya peningkatan pelatihan lanjutan mengenai pengolahan tanaman obat serta kolaborasi antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan program ini.