Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Desain Arsitektur terhadap Aksesibilitas Lansia: Bangunan Masjid Raya Bandung Debby Nurterra Achsanta; Aldyfra Luhulima Lukman
Arsir: Jurnal Arsitektur Vol 10 No 1 (2026): Arsir
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v10i1.779

Abstract

Accessibility for the elderly in public spaces, especially mosques, is very important to create an inclusive and safe environment. The Grand Mosque of Bandung, as one of the main mosques in the city center with very diverse visitors, is an important study to examine the extent to which its architectural design supports the comfort and convenience of the elderly in worship. This mosque also functions as a center for social and cultural activities that are often visited by the elderly as an active community. With the increasing number of elderly people and the need for accessible spaces, this study is important to assess the suitability of the mosque design with accessibility standards. This study uses observations and interviews of the elderly as well as evaluation of architectural elements based on PUPR Ministerial Regulation No. 14/2017 and PP No. 16/2021, focusing on the dimensions of the stairs, the width of the access path, the slope of the ramp, and supporting facilities such as toilets and ablution. The results show that several aspects such as uneven stairs, limited ramps, and less than optimal facilities do not meet accessibility standards. These findings emphasize the need for design improvements to create a more inclusive and comfortable mosque for the elderly, as well as being a recommendation for mosque managers and designers.
Kajian Pembentuk Ruang Interaksi Sosial Masyarakat Kampung Kota Studi Kasus: Koridor Jalan Tubagus Ismail Bawah, Bandung Taufik Zarkasya Sastrawinata; Yohanes Basuki Dwisusanto; Aldyfra Luhulima Lukman
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i7.6732

Abstract

Manusia melakukan berbagai aktivitas, dari yang bersifat mendasar hingga pelengkap, semuanya berlangsung di suatu tempat. Setiap tempat memiliki fungsi tertentu sesuai aktivitasnya, seperti tempat makan untuk makan atau tempat bermain untuk bermain. Begitu pula dengan ruang interaksi sosial, yang digunakan untuk membangun hubungan dan berkomunikasi dengan orang lain. Kampung kota merupakan akar budaya permukiman khas Indonesia. Masyarakat kampung kota memiliki sense of community atau rasa kebersamaan yang tinggi khususnya dalam unit tetangga. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Penulis mengambil data menggunakan dengan cara observasi ke kawasan kampung kota di kota bandung. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dalam bentuk analisis deskriptif yang meberikan hasil sintesis penulis. Objek dari penelitian ini adalah Koridor Jalan Tubagus Ismail Bawah kota Bandung. didapatkan beberapa aspek pembentuk ruang interaksi sosial masyarakat kampung kota antara lain adalah ruang bersifat publik/semi-publik, berada pada atau beririsan dengan sirkulasi utama, dapat memfasilitasi aktivitas warga bersama-sama, berada pada atau dapat diakses langsung teras rumah warga, memfasilitasi kegiatan jual-beli, dapat digunakan anak-anak bermain, memiliki akses mudah ke fasilitas publik, dan menyediakan fasilitas duduk/nongkrong.