Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sistem Informasi TP-PKKKabupaten Agam Berbasis Website Menggunakan Framework Codeigniter Milla Apriliana; Devi Gusmita; Widya Wahyuni
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v10i1.15753

Abstract

Teknologi informasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan efisiensi kinerja dan transparansi informasi organisasi, termasuk pada organisasi kemasyarakatan seperti Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK). Pengelolaan kegiatan TP-PKK Kabupaten Agam yang masih dilakukan secara konvensional menghadirkan berbagai kendala, antara lain dalam dokumentasi kegiatan, distribusi informasi, koordinasi lintas jenjang, serta aksesibilitas informasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi berbasis web guna mendukung pengelolaan administrasi dan keterbukaan informasi TP-PKK Kabupaten Agam. Objek penelitian mencakup pengelolaan administrasi dan pendataan dasawisma pada seluruh tingkatan struktur organisasi, yaitu kabupaten, kecamatan, nagari, hingga dasawisma. Metode pengembangan sistem yang digunakan mengacu pada model *waterfall*, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan, pengujian, dan pemeliharaan. Analisis kebutuhan dilakukan melalui observasi dan wawancara dalam forum diskusi bersama TP-PKK Kabupaten Agam. Pengembangan sistem dilaksanakan menggunakan framework CodeIgniter dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data PostgreSQL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dikembangkan mampu mengakomodasi pencatatan buku administrasi TP-PKK, pendataan dasawisma, serta penyusunan laporan berjenjang dari tingkat keluarga hingga kabupaten. Pengujian fungsional membuktikan bahwa seluruh modul sistem beroperasi sesuai dengan kebutuhan administrasi TP-PKK Kabupaten Agam. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi berbasis web yang dikembangkan berpotensi meningkatkan efisiensi administrasi dan mendukung keterbukaan informasi dalam TP-PKK Kabupaten Agam, sekaligus menjadi langkah awal dalam transformasi digital organisasi tersebut.
ANALISIS KESIAPAN AI GOVERNANCE PADA PERGURUAN TINGGI DALAM MENDUKUNG PEMANFAATAN GENERATIVE AI Devi Gusmita; Eva Rianti
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6945

Abstract

Abstract: This study proposes an AI Governance Readiness Index (AGRI) to assess higher education institutions' readiness for responsible Generative Artificial Intelligence (GenAI) utilization. AGRI is operationalized as a research index synthesized from contemporary AI governance principles rather than treated as an established standardized instrument. The index comprises eight dimensions: strategy and policy, accountability, data governance, AI risk management, transparency and documentation, human oversight, security and privacy, and AI literacy. A quantitative descriptive cross-sectional design is proposed, supported by document review. Respondents include university leaders, IT managers, quality assurance personnel, lecturers, and academic administrators. Each indicator is scored on a five-point readiness scale, normalized to 0-100, and aggregated using equal dimension weights; gap analysis compares current and expected readiness. As this is a draft article, empirical values are intentionally left for field data rather than fabricated. The expected contribution is a reproducible institutional diagnostic that identifies governance strengths, critical gaps, and improvement priorities for responsible GenAI adoption in higher education. Keywords: AI governance; AGRI; generative AI; higher education; readiness index.   Abstrak: Penelitian ini mengusulkan AI Governance Readiness Index (AGRI) untuk menilai kesiapan perguruan tinggi dalam mendukung pemanfaatan Generative Artificial Intelligence (GenAI) secara bertanggung jawab. AGRI dioperasionalkan sebagai indeks penelitian yang disintesis dari prinsip tata kelola AI kontemporer, bukan sebagai instrumen standar yang telah mapan. Indeks mencakup delapan dimensi: strategi dan kebijakan, akuntabilitas, tata kelola data, manajemen risiko AI, transparansi dan dokumentasi, human oversight, keamanan dan privasi, serta literasi AI. Penelitian dirancang secara kuantitatif deskriptif cross-sectional dan didukung telaah dokumen. Responden meliputi pimpinan perguruan tinggi, pengelola TI, penjaminan mutu, dosen, dan pengelola akademik. Setiap indikator dinilai dengan skala kesiapan lima tingkat, dinormalisasi menjadi 0-100, kemudian diagregasi menggunakan bobot dimensi setara; gap analysis membandingkan kondisi aktual dan harapan. Karena naskah ini merupakan draft, nilai empiris tidak dibuat secara fiktif. Kontribusi yang diharapkan adalah instrumen diagnostik institusional yang dapat direplikasi untuk mengidentifikasi kekuatan, kesenjangan kritis, dan prioritas perbaikan tata kelola GenAI. Kata kunci: AI governance; AGRI; generative AI; perguruan tinggi; indeks kesiapan.
PENERAPAN SISTEM PAKAR BERBASIS FORWARD CHAINING DALAM MENGANALISIS PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP POLA KOMUNIKASI REMAJA DAN PEMBENTUKAN KARAKTER DIRI Devi Gusmita; Zulfitri Yani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4900

Abstract

 Abstract: This research This study aims to analyze the influence of social media on adolescent communication patterns in relation to character formation through the application of an expert system based on the Forward Chaining method. This method was chosen because it is able to trace available facts to produce conclusions systematically and logically as the development of information technology, especially social media, has had a significant influence on adolescent communication patterns. Interactions that were previously dominated by face-to-face communication have now shifted to the digital realm which is freer, faster, and has a wider reach. This change has a direct impact on the process of adolescent character formation, both in positive and negative aspects. The results of the study indicate that the use of social media influences adolescent character through the intensity of communication, the type of content accessed, and the interaction patterns formed. By utilizing an expert system, this study is expected to provide more targeted recommendations in understanding and managing the influence of social media on adolescent character development. Keywords: Expert system; forward chaining; promotion; rule based. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap pola komunikasi remaja dalam kaitannya dengan pembentukan karakter diri melalui penerapan sistem pakar berbasis metode Forward Chaining. Metode ini dipilih karena mampu menelusuri fakta-fakta yang tersedia untuk menghasilkan kesimpulan secara sistematis dan logis seiring perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pola komunikasi remaja. Interaksi yang sebelumnya didominasi oleh komunikasi tatap muka kini bergeser ke ranah digital yang bersifat lebih bebas, cepat, dan luas jangkauannya. Perubahan ini berdampak langsung pada proses pembentukan karakter remaja, baik dalam aspek positif maupun negatif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berpengaruh terhadap karakter remaja melalui intensitas komunikasi, jenis konten yang diakses, serta pola interaksi yang terbentuk. Dengan memanfaatkan sistem pakar, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang lebih terarah dalam memahami sekaligus mengelola pengaruh media sosial terhadap perkembangan karakter remaja. Kata kunci: Media Sosial, Pola Komunikasi Remaja , Karakter diri , Sistem pakar , forward Chaining