Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Green Branding dalam Media Promosi : Analisis Visual pada Cover E-Catalog Tupperware Dwita Alfiani Prawesti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks meningkatnya kesadaran lingkungan, green branding menjadi strategi utama dalam membangun citra keberlanjutan, termasuk dalam industri produk rumah tangga. Tupperware menerapkan strategi ini melalui desain visual pada cover e-catalog Januari 2024, yang dianalisis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Semiotika Visual untuk mengidentifikasi bagaimana elemen warna, tipografi, komposisi, dan slogan merepresentasikan keberlanjutan dan memengaruhi persepsi konsumen.Dengan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden, penelitian ini menemukan bahwa komposisi visual (83%) dan warna earth tone (79%) memiliki pengaruh paling signifikan dalam membentuk citra keberlanjutan. Namun, 28% responden masih meragukan komitmen hijau Tupperware, yang menekankan perlunya strategi komunikasi yang lebih transparan. Studi ini menegaskan bahwa desain visual memiliki peran strategis dalam pemasaran berbasis keberlanjutan, serta memberikan implikasi bagi perusahaan dalam mengoptimalkan efektivitas komunikasi green branding guna meningkatkan kepercayaan dan keterlibatan konsumen
Pendampingan Penerapan K3 dan Strategi Digital Marketing Sebagai Upaya Optimalisasi Kinerja dan Daya Saing Bisnis Berkelanjutan Adam M Tanniewa; Wedia Hastuti; Asrul Mulyadin; Agus Joko Susanto; Dwita Alfiani Prawesti
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 05 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpmws.v5i05.3452

Abstract

Perkembangan transformasi digital telah membawa perubahan besar terhadap pola pengelolaan usaha, strategi pemasaran, dan sistem kerja organisasi bisnis, khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di sisi lain, peningkatan persaingan bisnis modern menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian dari upaya menciptakan bisnis yang produktif dan berkelanjutan. Artikel pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya pendampingan penerapan K3 dan strategi digital marketing sebagai upaya optimalisasi kinerja dan daya saing bisnis berkelanjutan. Penulisan artikel menggunakan pendekatan studi literatur dengan mengkaji berbagai referensi ilmiah yang berkaitan dengan K3, digital marketing, transformasi digital UMKM, dan sustainability business. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan K3 mampu meningkatkan produktivitas kerja, mengurangi risiko kecelakaan, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan efisien. Selain itu, strategi digital marketing terbukti mampu meningkatkan efektivitas promosi, memperluas jangkauan pasar, memperkuat branding usaha, serta meningkatkan daya saing bisnis di era ekonomi digital. Integrasi antara penerapan K3 dan digital marketing menjadi strategi penting dalam mendukung keberlanjutan usaha karena mampu menciptakan keseimbangan antara efisiensi operasional, perlindungan tenaga kerja, dan inovasi bisnis berbasis teknologi. Oleh karena itu, penguatan literasi digital dan pemahaman K3 menjadi langkah penting dalam pengembangan usaha modern yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi jangka panjang.
Development of Visual Branding Competencies Through Project-Based Learning With Local MSMEs in Ciwaruga Village Dwita Alfiani Prawesti; Arief Johari; Suryadi Suryadi
DISCOURSE: Indonesian Journal of Social Studies and Education Vol. 3 No. 3 (2026): July
Publisher : Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/djosse.v3i3.582

Abstract

Four teams of Visual Communication Design students developed visual identities and packaging for four MSMEs in Ciwaruga Village and the surrounding West Bandung area: ACS, a succulent plant business operating since 2000; Citruk Mawar, a producer of “citruk” snacks (a West Javanese specialty); KUWU bottled drinking water; and Kasemaran, a producer of “jengkol”-flavored cassava chips. Each team followed Alina Wheeler’s five-step branding process, ranging from research and strategy to identity design, touchpoint development, and final asset management. Employing a qualitative multiple-case study approach, this research compares tangible changes in the students' design work rather than merely assessing competency. Comparative "before-and-after" artifacts reveal a clear shift from simple labels and decorative graphics toward more structured brand systems. The most striking changes are evident in information hierarchy, brand distinction, and consistency in the use of color and typography. As the clients were actual MSME owners, students were required to revise their work by considering product characteristics, owner preferences, readability, and production constraints. Thus, the project-based learning method placed students in design situations closely resembling professional practice, while Wheeler’s framework provided a clear workflow for the studio process regarding research, revision, and design implementation.