Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) merupakan instrumen kebijakan yang bertujuan mendukung kegiatan promotif dan preventif di Puskesmas, khususnya di wilayah terpencil. Namun, efektivitas pengelolaan dana ini masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan dana BOK di Puskesmas Tuhiba, Kabupaten Teluk Bintuni, serta mengidentifikasi hambatan dan peran Dinas Kesehatan dalam mendukung efektivitas program. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian adalah Puskesmas Tuhiba di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Pengumpulan data dilakukan pada periode Januari hingga Maret 2025. Informan terdiri dari kepala puskesmas, penanggung jawab program, bendahara, masyarakat, dan pihak Dinas Kesehatan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik berdasarkan tujuh fokus utama. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa perencanaan BOK telah berbasis kebutuhan lokal namun masih terikat sistem pagu pusat. Pelaksanaan kegiatan adaptif terhadap kondisi lapangan, tetapi mutu layanan belum optimal akibat keterbatasan dana dan kapasitas SDM. Pelaporan masih bersifat administratif, dengan pengawasan dan evaluasi yang dominan berorientasi pada kelengkapan dokumen. Kendala geografis, keterlambatan pencairan dana, dan minimnya transparansi juga menjadi hambatan utama. Peran Dinas Kesehatan cenderung administratif dan belum maksimal dalam pembinaan teknis. Meski demikian, dana BOK terbukti berkontribusi dalam memperluas jangkauan layanan dasar dan meningkatkan kepuasan masyarakat.