Sebagai salah satu daya tarik wisata terbaik di Manokwari, Pantai Pasir Putih memiliki beberapa keunggulan seperti aksessibilitas yang baik, pantai dengan pasir putih dan lembut, status kepemilikan lahan yang sudah jelas yakni dimiliki oleh Pemerintah daerah dan paling banyak dikunjungi. Akan tetapi pengelolaan seperti luput dari perhatian pemerintah, tidak jelas apakah dikelola oleh pemerintah atau oleh masyarakat, tidak ada pos keamanan, pagar sudah rusak, petugas parkir tidak jelas, loket kasir juga tidak jelas, sering orang mabuk disekitar lokasi wisata, banyak sampah bertebaran, dan sedikit sekali wahana yang ditawarkan kepada pengunjung wisata. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan objek wisata Pantai Pasir Putih, kabupaten Manokwari. Teknik pengmpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap Masyarakat, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga, Kepala Distrik, Kepala Kampung, dan Pengunjung wisata. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths/ kekuatan, Weakness/ kelemahan, Opportunities/ peluang, dan Threats/Ancaman). Hasil penelitian menemukan kombinasi strategi SO yang bersifat Stable growth strategy, adalah strategi mempertahankan pertumbuhan yang ada. Rumusan strategi pengembangan adalah: 1). Membangun infrastruktur wisata yang representatif, 2). Menjaga kebersihan dan kualitas pasir tetap menarik. 3). Melakukan Promosi untuk meningkatkan minat berwisata. 4). Menambah wahana wisata. 5). Mengupayakan penambahan armada angkutan umum.